Dua Saham Lapis Dua Disukai


Headline

Laju IHSG dalam 1-2 pekan ke depan dinilai masih punya potensi bearish-bullish sekaligus. Hindari saham-saham yang sudah naik kencang. Dua saham lapis dua disukai. Apa saja?
Pada perdagangan Senin (25/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 54,74 poin (1,16%) ke 4.777,901. Intraday tertinggi mencapai 4.786,405 dan terendah 4.752,142. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45  yang menguat 11,17 poin (1,4%) ke 810,031.
Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, pekan lalu, pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen negatif dari perkembagan proses bailout Siprus. Awal pekan ini, penguatan indeks juga karena faktor dicapainya kesepakatan bailout Siprus. “Jadi, indeks lebih terpengaruh oleh faktor eksternal dibandingkan faktor domestic,” katanya kepada INILAH.COM.
Dia menegaskan, dari sisi sentimen, masih semata faktor eksternal yakni Siprus. “Saya tidak melihat sentimen negatif dari dalam negeri. Saya belum melihat yang signifikan. Inflasi Maret juga belum jadi perhatian pasar meski Februari, inflasi mencapai level tertinggi dalam satu dekade,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, secara teknikal, koreksi IHSG akhir pekan lalu, membuat indeks punya dua kemungkinan untuk arah berikutnya yaitu skenario bullish dan bearish. “Skenario bullish, indeks memiliki gap di 4.721,” ujarnya.
Menurut dia, jika indeks hanya menutup gap, ada kemungkinan koreksi IHSG pekan lalu hanya koreksi sementara dan setelah itu ada peluang kembali rebound. “Ini bullish scenario. IHSG pada Jumat (22/3/2013) sudah menutup gap 4.721 yang memungkinkan IHSG akan rebound dan kembali naik lagi. Artinya, uptrend indeks masih terjaga,” ungkap dia.
Sedangkan skenario kedua adalah bearish. Pola indeks bisa membuat Head & Shoulder. Artinya, IHSG mungkin melemah dulu ke 4.700, terus bisa saja rebound dari level saat ini ke 4.820. “Tapi, meski menguat ke level tersebut, indeks masih menyimpan potensi untuk kembali melemah dan meneruskan pola Head & Shoulder-nya,” tuturnya.
Dari skenario bearish, IHSG punya risiko penurunan ke 4.600-4.550. Ini berlaku untuk 1-2 pekan ke depan. “Jadi dua skenario bullish dan bearish, dua-duanya masih mungkin, peluangnya fifty-fifty. Ini tergantung pada perkembangan berita dari eksternal seperti apa,” papar dia.
Terlepas dari dua skenario itu, hingga akhir pekan ini, support indeks berada di level psikologis 4.700 dan resistance 4.800-4.820. “Secara teknikal, posisi IHSG saat ini masih sideways, konsolidasi jangka pendek,” tuturnya.
IHSG telah mengalami rally yang sangat kencang dari 4.300-an hingga 4.900. Saat ini, kenaikan indeks sudah mulai pelan atau tidak sekencang sebelumnya. Jadi, sekarang, indeks masih konsolidasi jangka pendek.
Tapi, lanjut dia, meski melemah akhir pekan lalu, indeks belum masuk pada fase bearish. Level 4.721-4.700 menjadi level titik balik penentuan. “Jika tembus 4.700 ke bawah, IHSG memiliki kemungkinan bearish,” timpal dia.
Dalam situasi pasar saat ini, dia menyarankan pemodal kembali ke saham-saham dalam ketegori defensive stocks. “Hindari saham-saham yang sudah naik kencang terutama di sektor properti dan beberapa saham konstruksi. Intinya, menghindari saham-saham yang sudah naik kencang karena potensi pelemahannya lebih besar,” ucapnya.
Untuk saham second liner, Satriawan menyukai saham PT Erajaya Swasembada (ERAA) dan PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE). ERAA belum mengalami kenaikan signfikan dibandingkan saham-saham properti lainnya. “Saham ini juga tidak sejelek tren pergerakan saham-saham berbasis komoditas. Naiknya belum kencang, tapi secara fundamental cukup positif. Begitu juga dengan TELE,” tuturnya.
Untuk ERAA, kata dia, di level Rp3.000-2.900, pemodal bisa masuk, buy on weakness dengan target jual di Rp3.300. “Untuk TELE, bisa buy on weakness di level Rp670-660 dengan target jual di Rp750 dan Rp800 dalam sepekan ke depan,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons