Laju IHSG Selasa (26/3/2013) diprediksi masih bertenaga untuk melanjutkan penguatan dalam kisaran support 4.743-4.761 dan resistance 4.796-4.810. Mainkan 12 saham! Apa saja?
Pada perdagangan Senin (25/3/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 54,74 poin (1,16%) ke 4.777,901. Intraday tertinggi mencapai 4.786,405 dan terendah 4.752,142. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang menguat 11,17 poin (1,4%) ke 810,031.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan net sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestic mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, beredarnya spekulasi, akan tercapainya kesepakatan antara Troika dengan Siprus menghijaukan bursa saham Asia yang berimbas positif bagi IHSG. “Selain itu, setelah tertutupnya gap 4.721-4.735, IHSG mencoba kembali menguat secara bertahap,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (25/3/2013).
Menurut dia, meski asing masih melepas saham secara perlahan, dapat diimbangi dengan aksi beli oleh pelaku pasar domestik terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sehari sebelumnya. “Apalagi nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbantukan dengan adanya crossing saham PT Matahari Departement Store (LPPF) di harga Rp10.850 senilai Rp14,66 triliun yang dilakukan terbanyak oleh broker AK dan YU,” ujarnya.
Hijaunya IHSG juga kata dia, turut menyukseskan listing perdana PT Dyandra Media International (DYAN).
Apalagi, bursa saham Asia berbalik positif setelah mendapat kabar dari akan tercapainya kesepakatan bailout Siprus tersebut. “Meski China Petroleum & Chemical Corp dan China Construction Bank Corp mencatatkan kenaikan profit di atas estimasi dan membuat HSI naik, indeks saham China negatif setelah mayoritas saham telekomunikasi mencatatkan penurunan,” timpal dia.
Di atas semua itu, Reza memperkirakan, pada perdagangan Selasa (26/3/2013) IHSG berada pada support 4.743-4.761 dan resistance 4.796-4.810. “Indeks berpola menyerupai bullish harami di bawah middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung coba bertahan untuk tidak melemah dengan histogram negatif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic mencoba untuk kembali upreversal.
Menurut dia, meski IHSG belum mencapai target resistance 4.814-4.827, dengan laju yang cukup positif setidaknya tidak membuka peluang untuk melemah terlalu dalam. “Apalagi jika masalah Eropa bisa cepat terselesaikan secara bertahap yang diikuti dengan sentimen positif di pasar saham Asia. Itu akan dapat memberikan tambahan tenaga bagi IHSG,” papar dia.
Reza menyodorkan dua belas saham untuk jadi pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Astra International (ASII), trading buy dengan support Rp7.550-7.650, resistance Rp7.900-7.950 dan target harga Rp7.900. “Long legged doji dekati MBB,” tuturnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), trading buy dengan support Rp8.450-8.550, resistance Rp8.700-8.800 dan target harga Rp8.750. “Bullish harami. RSI upreversal,” ucap dia.
PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP) trading buy dengan support Rp8.500-8.600 resistance Rp9.100-9.250 dan target harga Rp9.150. “Bright cloud. Stochastic strong upreversal,” ungkap Reza.
PT Kalbe Farma (KLBF), trading buy dengan support Rp1.200-1.230, resistance Rp1.270-1.290, dan target harga Rp1.280. “Bullish harami. Stochastic upreversal,” tandas dia.
Saham-saham lainnya, PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran Rp2.825-3.025, trading buy selama di atas Rp2.525; PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dalam kisaran Rp930-1.010, trading buy selama di atas Rp960; PT Bank Pan Indonesia (PNBN) dalam kisaran Rp760-860, trading sell jika Rp780 gagal bertahan;
PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran Rp770-840, trading buy selama di atas Rp800; PT Garuda Indonesia (GIAA) dalam kisaran Rp600-650, trading sell jika Rp630 gagal bertahan; PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp4.700-4.850, trading buy selama di atas Rp4.700; PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp1.600-1.700, trading buy selama di atas Rp1.650; dan PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp6.100-6.850, trading buy selama di atas Rp6.500.
Posted in: