Lima Saham Pilihan di Tengah Aksi Ambil Untung


Headline

Hingga akhir pekan, laju IHSG diprediksi fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam kisaran support 4.715 dan resistance 4.904. Tapi, lima saham bisa jadi pilihan.
Ukie Jaya Mahendra, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan, kalau hingga akhir Maret 2013 yang tinggal dua pekan lagi, dia masih melihat positif untuk arah IHSG. “Barganining position dari investor akan menguat seiring mulainya pasar untuk merespons laporan keungan emiten untuk kuartal I-2013,”
Terlihat, kata dia, dari pola trading itu, investor melakukan akumulasi saham. “Artinya, mereka mengakumulasi saham secara bertahap terutama untuk para fund manager besar,”
Hanya saja, untuk arah IHSG hingga akhir pekan ini, Ukie pesimistis. Dia melihat potensi pelemahan akibat aksi profit taking terlebih dahulu. “Aksi profit taking kemungkinan masih akan berlangsung. Apalagi, mulai pekan lalu, investor asing sudah mulai net sell secara harian,”
Ukie menjelaskan, selain faktor eksternal terutama perkembangan di Eropa, dari dalam negeri ada kekhawatiran inflasi untuk kuartal I-2013 yang masih akan tinggi. Terutama, setelah inflasi Februari mencapai 5,31%. “Karena itu, barang-barang konsumsi juga mengalami kenaikan. Jadi, kalau menurut saya, dalam sepekan ke depan, arah pasar cenderung profit taking,”.
Menurut dia, IHSG memiliki resistance kuat di 4.904 yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan support 4.715. “Potensi profit taking hingga akhir pekan ini, juga sudah tampak dari penutupan IHSG Jumat (15/3/2013). Sebab, setelah indeks menyentuh tertinggi Jumat di 4.854,529, penguatan indeks berkurang ke 4.819,324. Jadi, kelihatan banget kalau dalam sepekan ke depan akan terjadi profit taking,” tandas dia.
Begitu juga jika melihat pola pergerakan bursa saham regional Asia akhir pekan lalu yang pada sesi pertama semuanya mengalami penguatan tapi pada akhir sesi justru melemah kembali. “Meskipun IHSG memang masih bisa tutup di area positif akhir pekan lalu dan melemah kemarin,” ungkap dia.
Ukie menjelaskan, kisaran IHSG memang lebar (4.715-4.904) karena potensi pergerakan yang volatile sangat tajam dalam sepekan ke depan dengan kecenderungan melemah. “Terutama setelah IHSG mencapai level tertingginya sepanjang sejarah,”
Jadi,dia menegaskan, jika sedikit saja sentimen negatif, ada potensi IHSG untuk melemah signifikan. “Tapi, meski ada potensi pelemahan signifikan, itu hanya merupakan koreksi minor,” 
Pasalnya, tren IHSG untuk 2013 masih bagus dengan capital inflow yang hingga year to date mencapai di atas Rp2 triliun. “Capital inflow untuk 2013 saya cukup yakin masih akan terjadi,
Untuk saham-saham pilihan, Ukie masih yakin dengan saham-saham di sektor consumer goods seperti PT Ades Waters Indonesia (ADES) dengan target Rp3.200 untuk jangka menengah dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan target jangka menengah Rp5.250. “Saya juga masih yakin dengan sektor infrastruktur dan properti seperti PT Wijaya Karya (WIKA) dengan target jangka menengah Rp2.000 dan PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dengan target Rp1.600,
Ukie juga suka dengan saham yang punya banyak cerita ekspansi dan aksi korporasi. Dalam kategori ini dia suka saham PT Bhakti Investama (BHIT) yang gencar ekspansi dan berbagai akuisisi. Target harga untuk jangka menengah BHIT di Rp600 per saham. “Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut,” 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons