Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan emiten dapat menekankan aspek keterbukaan informasi, peranan direksi dan melindungi kepentingan investor minoritas dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Ketua OJK, Muliaman Hadad melihat penerapan GCG telah dijalankan dengan baik oleh emiten di Indonesia. Meski demikian, penerapan GCG masih perlu perbaikan. "Indikator ada beberapa tetapi saya yakin dengan kualitas keterbukaan yang semakin terbuka juga keingintahuan masyarakat besar. Mudah-mudahan akan menyentuh semua aspek tidak hanya perbankan tetapi juga pasar modal," ujar Muliaman dalam acara TOP 30 emiten dalam skor CG Tertinggi, Senin (25/3/2013).
Menurut Muliaman, investor juga akan melihat sejauh mana penerapan GCG. Penerapan GCG yang baik mendorong investor untuk masuk ke Indonesia. Jadi penilaian GCG bukan hanya formalitas tetapi substansi agar lebih bermakna dalam penerapannya. "Kalau tidak ingin ketinggalan dengan pasar modal di Indonesia maka harus didukung oleh CGC nantinya akan terpengaruh ke IHSG maka harus terapkan iklim yang lebih kondusif dalam lini keuangan nasional," tutur Muliaman.
Sementara itu, score penerapan GCG dinilai masih tidak terlalu tinggi. Anggota pembina IICD Sidharta Gautama menuturkan, selama ini penerapan GCG bersifat voluntary. Dia mengharapkan kepemilikan saham secara langsung dan tidak langsung dapat diatur oleh OJK. "Memang masih belum ada yang diwajibkan dan diatur," kata Sidharta.
Untuk 30 emiten yang mencatatkan skor tertinggi dalam corporate governance versi Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Pembangunan Jawa Barat Banten Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank International Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Selain itu, PT ABM Investama Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Tambang Raya Megah Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Medco Energi International Tbk, PT Semen Gredik Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.
Ada juga PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Wijaya Karya Tbk.
Posted in: