IHSG pada perdagangan Jumat (26/4/2013) dengan pelemahan terbatas berpotensi mengalami penguatan ke resisten baru di 5.026.
Pada perdagangan kemarin, tekanan jual lokal akibat ketakutan menjelang kenaikan BBM untuk mobil pribadi mendorong IHSG turun lagi pascakenaikan sesi pagi di atas 5.000. Demikian mengutip hasil riset analis saham senior HD Capital, Yuganur Wijanarko, Kamis (25/4/2013).
IHSG berakhir negatif ke level 4.994,52 setelah melemah 17,08 poin atau 0,3% pada perdagangan kemarin. Volume perdagangan mencapai 6,7 miliar saham senilai Rp7,02 triliun. Investor asing mengalami net sell sebesar Rp423,2 miliar.
Yuganur merekomendasikan beli saham GGRM, PGAS, ENRG dan ASII. Saham ASII dengan target harga di 7.750 dengan cut loss di 7.250. Penurunan saham ASII ke 7.500 hanya upaya biasa untuk mengambil napas. Jadi rekomen akumulasi untuk rebound.
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham CPIN dan BBRI. Untuk saham CPIN tengah menguji down trend resist line-nya di level 4900. Melihat posisi MACD yang telah melandai dari penurunan, penembusan resistne ini akan membuka peluang bagi CPIN untuk kembali ke level all time high-nya di 5250 dengan minor target 5100.
Jika resisten ini tidak dapat dilampaui, CPIN cenderung akan melanjutkan pelemahannya. Saham CPIN disarankan buy jika break 4900 dengan stoploss level 4700.
Untuk saham BBRI berhasil break resisten konsolidasinya di 8800 dengan dukungan volume tinggi. Hal ini mengindikasikan peluang BBRI kembali ke level all time high 9450 terbuka lebar dengan minor target 9150.
Jika BBRI mampu break all time high, maka target kenaikan selanjutnya ada di level 9900. MACD yang bergerak naik menunjukkan saham ini bergerak positif. Saham BBRI disarankan beli dengan stoploss level 8600.
Posted in: