Banyak Agenda, Rupiah Cenderung Tertekan


Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (19/4/2013) diprediksi datar cenderung melemah. Pasar menanti hasil akhir voting Parlemen Italia dan pertemuan G20.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, kemungkinan rupiah masih akan sideways tapi cenderung melemah Jumat ini. Salah satunya, karena pasar sudah berekspektasi atas kebuntuan politik di Italia.

Parlemen Italia masih kesulitan untuk menunjuk siapa presiden berikutnya. Kemarin voting Parlemen Italia sudah dimulai dan masih ditunggu hasilnya. "Karena itu, rupiah berpeluang mendatar (sideways) dengan kecenderungan melemah terbatas dalam kisaran 9.700 hingga 9.730 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Firma menjelaskan, pasar tetap menunggu hasil voting Parlemen Italia apakah bisa memutuskan siapa yang jadi presiden Italia berikutnya. "Sebab, presiden Italia sekarang akan memasuki masa pensiun," ujarnya.

Menurut dia, kalau memang parlemen Italia bisa menunjuk siapa presiden berikutnya, bisa sedikit memberikan sentimen positif. "Sebab, parlemen juga diekspektasikan akan bisa menunjuk siapa perdana menteri Italia berikutnya," papar dia.

Selain itu, lanjut dia, pasar masih menunggu agenda pertemuan G20. G20 sudah diprediksi masih akan fokus pada pergerakan nilai tukar terutama yen Jepang. "Pasar masih ingin melihat apakah G20 mengkritik kebijakan pelonggaran moneter yang ditembpuh oleh Bank of Japan (BoJ) atau tidak," ungkap dia.

Tapi, menurut dia, kemungkinan G20 tidak akan mengkritik gerakan yen yang signifikan. "Padahal, AS mengutarakan keberatannya terhadap cara Jepang mempengaruhi pergerakan nilai tukarnya," tuturnya.

Jika memang G20 tidak mengkritik pelemahan yen, mata uang Jepang itu akan kembali melemah dan dolar AS kembali menguat sehingga rupiah mendapat tekanan negatif.

Sementara itu, dari sisi data ekonomi, semalam pasar juga sudah mendapat data klaim pengangguran AS yang diprediksi naik dari 346 ribu jadi 349 ribu sehingga jadi sentimen negatif bagi dolar AS. Tapi, pada saat yang sama indeks manufaktur Philadelphia juga sudah diprediksi naik dari 2 menjadi 2,7 sehingga sentimennya jadi variatif.

Begitu juga dengan data Eropa pagi ini yang angkanya sudah diprediksi negatif. Neraca lancar (current account) diprediksi turun dari 14,8 miliar euro menjadi 13,9 miliar. "Data ini memberikan bukti tambahan memburuknya resesi di zona euro," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (18/4/2013) ditutup melemah tipis 5 poin (0,05%) ke posisi 9.715/9.725.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons