Daya Beli Masih Dorong IHSG, Mainkan 12 Saham!


Headline

Daya beli saham diharapkan masih jadi daya dorong bagi penguatan IHSG Jumat (19/4/2013) dalam kisaran support 4.960-4.985 dan resistance 5.020-5.023. Mainkan 12 saham! Apa saja?
Pada perdagangan Kamis (18/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup meneguat 13,99 poin (0,28%) ke posisi 5.012,638. Intraday tertinggi mencapai 5.012,638 sekaligus rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, level terendah di angka 4.975,288.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, tampaknya IHSG memang ingin mengetes kemampuannya mendekati level psikologisnya meskipun sentimen yang menyertainya kurang begitu baik. “Pelemahan pada saham-saham energi dan telekomunikasi AS pascarilis estimasi kinerjanya yang di bawah estimasi menguburkan harapan indeks saham AS akan menyentuh kembali posisi tertinggi terbarunya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Akibatnya, kata dia, bursa saham Asia meradang dan sempat berimbas negatif pada IHSG. Akan tetapi, dengan ekspektasi rilis kinerja emiten kuartal 1-13 yang masih akan positif, masih adanya pemberitaan mengenai dividen, dan masih adanya net buy asing, IHSG terangkat hingga menyentuh level tertinggi terbarunya kembali.
“Level ini sekaligus merupakan level yang sangat dinantikan di level goceng,” ujarnya. Positifnya pembukaan bursa saham Eropa juga membantu penguatan IHSG.
Sementara itu, indeks saham Asia variatif dengan pelemahan pada HangSeng dan Nikkei yang dimotori penurunan saham-saham pertambangan dan energi setelah terimbas pelemahan bursa saham AS serta kembali melemahnya harga komoditas yang diperkirakan akan menghambat permintaan untuk bahan baku.
Belum lagi penilaian IMF yang sebelumnya memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Eropa masih akan menjadi pemberat. Di tempat lain, indeks Shanghai berhasil rebound dengan ekspektasi pelemahan harga-harga komoditas akan menguntungkan emiten produsen otomotif dan penerbangan karena akan menurunkan biaya dan kenaikan investasi asing dan harga rumah.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Jumat (19/4/2013) IHSG berada pada support 4.960-4.985 dan resistance 5.020-5.023. “Indeks berpola menyerupai three white soldier mendekati upper bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) naik dengan histogram positif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic lanjutkan upreversal. “IHSG kembali lagi berhasil melewati batas resisten kami 5.010-5.030 dan membentuk new break high di kisaran level psikologisnya,” papar dia.
Tampaknya, kata Reza, IHSG telah melupakan gap di level 4.945-4.954 dan terutama gap di level 4.786-4.799. “Diharapkan IHSG masih ada dorongan daya beli yang disertai dengan sentimen positif yang ada agar tidak menuju ke level gap tersebut dan selalu waspada terhadap gejala pembalikan arah (jika ada),” tuturnya.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan 12 saham untuk menjadi pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), trading buy dengan support Rp8.350-8.500, resistance Rp8.800-8.850 dan target harga Rp8.850. “Three white soldier lewati middle bollinger band(MBB),” ucapnya.
PT Ades Waters Indonesia (ADES), trading buy dengan support Rp4.450-4.500, resistance Rp4.675-4.725 dan target harga Rp4.700. “Hammer bertahan di atas MBB,” kata dia.
PT Waskita Karya (WSKT), trading buy dengan support Rp670-700, resistance Rp730-750 dan target harga Rp740. “Bullish engulfing. RSI masih upreversal,” timpal dia.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), trading buy dengan support Rp4.675-4.750, resistance Rp4.950-5.050, dan target harga Rp4.950. “Spinning melewati MBB,” tandas Reza.
Saham-saham lainnya, PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp1.230-1.300, trading buy selama di atas Rp1.260; PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran Rp5.100-5.450, trading buy selama di atas Rp5.200;
PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran Rp2.950-3.150, trading buy selama di atas Rp3.075; PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp355-405, trading buy selama di atas Rp370; PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), dalam kisaran Rp970-1.040, trading sell jika Rp990 gagal bertahan;
PT Erajaya Swasembada (ERAA) dalam kisaran Rp3.050-3.350, trading buy selama di atas Rp3.250; PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp10.300-10.850, trading sell jika Rp10.600 gagal bertahan; dan PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran Rp500-610, trading buy selama di atas Rp580.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons