IHSG Konsolidasi, Akumulasi 7 Saham Defensif


Headline

Sebelum pasar mendapat kepastian soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, IHSG diprediksi konsolidasi dalam kisaran 4.850-5.020. Akumulasi tujuh saham!
Pada perdagangan Kamis (25/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 17,08 poin (0,34%) ke posisi 4.994,523. Intraday terendah 4.962,442 dan tertinggi 5.016,035.
Pengamat pasar modal John Veter mengatakan, IHSG saat ini sedang konsolidasi. Kemarin turun, kata dia, karena laporan keuangan dari PT Astra International (ASII) yang dirilis di bawah ekspektasi, minus 7%. “Padahal, ASII memiliki bobot yang besar sehingga menyeret indeks turun dalam,
Dia menegaskan, IHSG hanya konsolidasi biasa setelah kenaikan yang cukup tinggi sejak awal 2013. Karena itu, wajar kalau IHSG konsolidasi cukup kuat. “Karena itu, tidak ada yang perlu ditakutkan karena ini merupakan koreksi minor,.
Dia memperkirakan, rentang konsolidasi IHSG berada dalam kisaran 4.850 hingga 5.020. Jika IHSG berada di atas 5.020, IHSG akan mengakhiri fase konsolidasinya dan kembali ke tren bullish. “Artinya, selama dalam kisaran tersebut, indeks masih tetap akan konsolidasi,
Dia memperkirakan, IHSG akan terus konsolidasi sampai ada kepastian dari pemerintah soal penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasar akan menuggu hingga 2-3 Mei 2013. “Sebab, kabar yang santer beredar, harga BBM bersubsidi akan naik pada Rabu, 1 Mei 2013. Jadi, sampai ada kepastian naik atau tidak harga BBM bersubsidi, pasar akan konsolidasi seperti ini,.
Lebih jauh dia menjelaskan, jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, mungkin akan ada sedikit koreksi. IHSG punya peluang pelemahan ke 4.700-4.600. “Jika tak dinaikkan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke 5.200,
Hanya saja, dia menggarisbawahi, kalau harga BBM naik, penurunan IHSG lebih bersifat jangka pendek. “Itupun sifatnya korektif setelah IHSG naik cukup tinggi dengan menembus level psikologis 5.000,
Dia atas semua itu, dia merekomendasikan positif saham-saham yang kinerjanya diuntungkan oleh permintaan dalam negeri. Saham-saham tersebut adalah PT Semen Indonesia (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Lippo Karawaci (LPKR), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Astra Graphia (ASGR) dan PT Jasa Marga (JSMR).
“ASGR, penjualannya cukup baik walaupun laba bersihnya turun pada kuartal I-2013, tapi pada kuartal II bisa menghapus kerugian pada kuartal I,.
Dia menjelaskan, karakter saham-saham tersebut cenderung defensif. Pada saat market turun, penurunan di saham-saha tersebut akan lebih kecil daripada IHSG. Bahkan, ada potensi penguatan.
Karena itu, momentum konsolidasi IHSG bisa dimanfaatkan untuk mengakumulasi tujuh saham tersebut baik untuk trading maupun untuk investasi jangka panjang. “Soal target harga, tunggu IHSG menyelesaikan fase konsolidasinya dan apakah harga BBM naik atau tidak

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons