Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (10/4/2013) diprediksi konsolidasi cenderung menguat. Pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi konsolidasinya rupiah Rabu ini salah satunya dipicu oleh para investor yang akan bersikap wait and see jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia soal pengumuman BI rate pada Kamis (11/4/2013). Berdasarkan hasil polling, BI rate diekspektasikan tetap di level 5,75%.
Tapi, lanjut Christian, pasar akan melihat sinyal dari arah kebijakan suku bunga acuan selanjutnya dalam waktu dekat dari bank sentral. "Karena itu, rupiah akan konsolidasi dalam kisaran terbatas 9.700-an dengan kecenderungan menguat antara 9.675 hingga 9.730 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.
Lebih jauh Christian menjelaskan, saat ini pasar mencemaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif. Menurut dia, jika terjadi atau bahkan subsidi BBM dikurangi untuk menyesuaikan anggaran, inflasi bisa melonjak hingga di atas 8%.
Karena itu, diharapkan, untuk mengimbangi inflasi akan ada kenaikan BI rate meskipun tidak Kamis ini. Hanya saja, sinyal kenaikan BI rate diharapkan sudah ada besok. "Jika tidak, inflasi tidak akan terkontrol. Sentimen ini akan positif untuk rupiah sehingga cenderung menguat,"
Tapi, Christian menegaskan, Rabu ini rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran trading yang cukup sempit. "Apalagi, dari faktor regional, beberapa data yang dirilis dari AS Rabu ini relatif minim karena tidak ada rilis data ekonomi yang penting,
Pasar baru akan merespons notula dari Federal Open Market Committe (FOMC) besok. "Notula itu diprediksi akan menunjukkan optimisme dari para petinggi The Fed atas perekonomian AS,"
Tapi, di sisi lain, setelah data non-farm payroll AS yang meburuk untuk Maret 2013, masih ada kemungkinan penegasan berlanjutnya situmulus moneter AS dari The Fed sehingga jadi tekanan negatif bagi dolar AS. "Jadi, kecenderungan penguatan rupiah dipicu oleh ekspektasi pasar atas notula FOMC yang cenderung memperlemah dolar AS,
Apalagi, dari dalam negeri, jika rupiah masih melemah, BI akan gencar melakukan intervensi. Sebab, Gubernur BI terpilih Agus Martowardojo telah memberikan komentar bahwa pemerintah masih cukup nyaman dengan level rupiah di level 9.700 per dolar AS.
Sekarang, kata dia, rupiah sudah di atas 9.700 sehingga BI kemungkinan akan melakukan intervensi jika rupiah melemah signifikan. "Jadi, rupiah berpeluang bergerak terbatas dalam kisaran 9.700," imbuhnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
Posted in: