Pertumbuhan operasional yang kuat baik pada domestik dan internasional mendukung sektor penerbangan termasuk PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).
Dalam riset PT e-trading securities, PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan naik 12,15% pada 2012 dibandingkan 2011 menjadi US$3,47 miliar. Laba bersih naik 73,19% menjadi US$110,84 juta. Peningkatan laba bersih yang cukup tinggi didukung dari upaya perseroan untuk menekan biaya operasionalnya yang terlihat dari operating margin pada 2012 menjadi 4,84% dari 2,98%.
"Kenaikan laba bersih 2012 itu naik tipis dari estimasi kami sebesar US5 108,6 juta atau lebih tinggi 1,85% dari laba bersih aktual perseroan 2012," tulis dalam riset tersebut, seperti dikutip dari PT e-trading securities, Minggu (14/4/2013).
Pertumbuhan operasional yang kuat diperlihatkan pada kedua sektor penerbangan baik domestik maupun internasional. Penumpang penerbangan domestik naik 12,4% menjadi 13,4 juta penumpang sedangkan penumpang penerbangan internasional naik 8,7% menjadi 3,47 juta penumpang.
Dalam riset itu juga menyebutkan, pertumbuhan laba bersih CAGR 2009-14 PT Garuda Indonesia Tbk akan naik 35% per tahun. Laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk diperkirakan mencapai US$129,15 juta dengan asumsi pertumbuhan penumpang Garuda Indonesia sebesar 19,5% yaitu 24,4 juta penumpang. Selain itu, perseroan juga akan menambah 24 armada penerbangan pada 2013. Saat ini, perseroan sedang memproses pencarian dana untuk ekspansi itu dengan obligasi dan rights issue pada 2013.
Untuk rekomendasi saham PT Garuda Indonesia Tbk, dalam riset tersebut mempertahankan rekomendasi buy. Hal itu mempertimbangkan Price Earning (PE) 2013 PT Garuda Indonesia Tbk akan menjadi 14,4x dengan laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk naik menjadi US$129 juta dibandingkan periode lalu. Earning Per Share (EPS) pada tahun tersebut Rp55 per saham.
"Target harga Rp800 per saham memperlihatkan potensi upside 29% dari harga pasar," seperti dikutip dari riset PT e-trading securities.
Pada perdagangan saham Jumat (12/4/2013), saham GIAA berada di level Rp620 per saham.
Posted in: