Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta sempat bergerak menguat sebesar dua poin menjadi Rp9.718 pagi ini sebelum akhirnya kembali ke posisi Rp9.720 per dolar AS pada pukul 10:00 WIB.
"Adanya kenaikan BBM subsidi itu akan membuat defisit neraca perdagangan Indonesia menurun sehingga dampaknya terhadap nilai tukar rupiah akan positif," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/5/2013).
"Pelaku pasar masih menunggu terhadap laju pertumbuhan ekspor diharapkan dapat membaik," katanya. Meski demikian, lanjut dia, pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen negatif eksternal dari penurunan penjualan ritel Jerman yang di bawah estimasi, meski di sisi lain terjadi kenaikan pada kepercayaan konsumer.
"Apalagi sentimen itu diperburuk oleh data tingkat pengangguran kawasan negara Euro yang meningkat,
Sementara pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung flat, karena Bank Indonesia masih menjaga mata uang domestik.
"Penjagaan BI itu membuat nilai tukar rupiah bergerak mendatar,.
Rully mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan membuat nilai tukar domestik menguat, kondisi itu dikarenakan defisit neraca perdagangan Indonesia nantinya diperkirakan menurun.
Namun, kenaikan harga BBM subsidi ditunda menunggu APBN-P. Presiden mensinyalkan setujui kenaikan harga BBM subsidi asalkan disertai dengan perubahan APBN (APBN-P) yang mengakomodir bantuan tunai langsung (BLT) sebagai kompensasi bagi masyarakat pendapatan rendah.
Pengajuan APBN-P tampaknya baru akan dilakukan pada pekan kedua Mei, dan pembahasan diperkirakan memakan waktu 1 bulan, sehingga diperkirakan kenaikan harga BBM akan dilakukan paling cepat pada Juni.
Menurut Lana Soelistianingsih dari Samuel Sekuritas, berdasarkan pengalaman Maret 2012, ketika DPR akan memutuskan kenaikan harga BBM, terjadi demonstrasi anti kenaikan harga BBM di luar gedung. Pemerintah pun memutuskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi.
“Gelagatnya tampaknya serupa sehingga kemungkinan kenaikan ini bisa saja kembali gagal dilakukan untuk tahun ini. Sayangnya ekspektasi inflasi terus berjalan menjadi tambahan inflasi yang tidak perlu sebagai antisipasi inflasi (anticipated inflation) sebelum diumumkan harga baru,”ujarnya.
Terkait hal ini, Lana pun memperkirakan rupiah hari ini akan melemah tipis di kisaran di Rp.9.735 s.d Rp.9.740 per dolar AS
Posted in: