Tak Terbitkan Obligasi, Bank DKI Akan IPO

Headline


Bank DKI tidak akan menerbitkan surat utang atau obligasi untuk menambah modal kerjanya pada 2013. Sebagai gantinya, Bank DKI rencanakan IPO.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, pada 2013, Bank DKI membutuhkan dana sebesar Rp1,35 triliun. Sementara itu, kupon obligasi cukup membebani perusahaan, sehingga tahun ini mengharapkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp950 miliar.

"Obligasi subdebt (subordinasi) dan senior debt sebelumnya sudah dilunasi per 3 Maret (2013) kemarin dan kami tidak relise subdebt lagi di 2013 karena terlalu mahal," kata Eko saat acara HUT Bank DKI ke 52 di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Diketahui, Bank DKI melakukan penerbitan obligasi subordinasi I tahun 2008 sebesar Rp325 miliar dan dilakukan oleh agen pembayaran yaitu KSEI.

Terhitung pada Selasa (5/3/2013) obligasi tersebut tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun dilaporkan melalui sarana yang disediakan oleh BEI.

Menurut Eko, pemegang saham sudah menyetujui dan memasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pemberian tambahan modal kerja Bank DKI sebesar Rp450. Namun hal ini masih kurang dan meminta kembali PMP maksimal sebesar Rp1 triliun.

"Sedang proses dan April dana Rp450 akan cair, sedangkan pengajuan PMP Rp950 miliar akan dimasukkan ke dalam APBN-P tahun 2013," ucap Eko.

Akan tetapi, jika dana PMP tersebut masih tidak cair, Bank DKIakan mengajukan kembali untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) sebagai tambahan modal perusahaan.

"Kalau kurang akan meminta ijin untuk IPO. Dana IPO tersebut akan menutupi dana PMP yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons