Meski sejak awal 2013 terkonsolidasi, saham CMNP dinilai layak beli untuk jangka panjang. Selain secara valuasi fundamental murah, rasio utang pun sangat sehat. Seperti apa?
Yusuf Nugraha, analis riset Trust Securities mengatakan, dilihat dari trennya, laju saham CMNP cenderung datar sejak awal Januari 2013 hingga saat ini. “Saham ini konsolidasi dalam kisaran support Rp1.740 dan resistance Rp1.880 berdasarkan Fibonacci Retracement,” .
Saat ada berita positif, baru memungkinkan saham ini untuk mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. “Secara teknikal, saham ini konsolidasi di garis tengah Bollinger Band sehingga pergerakannya tidak terlalu banyak,.
Namun demikian, secara fundamental, Yusuf melihat positif saham infrastruktur jalan tol ini. Menurut dia, ekspansi CMNP cukup bagus untuk menopang dari kinerjanya. “Salah satunya adalah rencana rights issue yang hasil dananya akan digunakan untuk membeli 20-30% Bank Mutiara,” tuturnya.
Dia berpendapat, jika emiten jadi mengakuisisi Bank Mutiara, bisa mendukung pendanaan untuk jangka panjang seperti perluasan jalan tol ekspansi lainnya. “CMNP bisa meminjam dana dengan mudah dari anak usahanya itu daripada meminjam dari bank lain,.
Lalu, dari sisi suku bunga pun, CMNP bisa diuntungkan. Sebab, Bank Mutiara menjadi anak usahannya dan sulit untuk melakukan tekanan dari sisi suku bunga. “Intinya, dari sisi pendanaan, CMNP nantinya akan lebih mudah dibandingkan saat ini yang belum mengakuisisi bank,.
Lebih jauh Yusuf melihat, prospek bisnis jalan tol masih cukup bagus. Apalagi, sektor jalan tol masuk kategori sektor infrastruktur. Dia merekomendasikan saham CMNP untuk investasi jangka panjang. Sebab, tren jangka panjangnya (dalam 12 bulan ke depan) masih tetap naik. Apalagi, kata dia, pemilihan saham-saham infrastruktur memang biasanya berorientasi jangka panjang. “Ini berlaku juga untuk saham PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Nusantara Infrastructure (META)
Bagi yang sudah punya, dia menyarankan hold saham CMNP dengan target dua belas bulan. Dia memberikan kisaran Rp1.780 dan resistance Rp1.970. Menurutnya, jika menguat dan menembus Rp1.880, kenaikan berikutnya adalah Rp1.970. “Bagi yang belum punya, untuk jangka panjang bisa beli CMNP di Rp1.780,
Sementara itu, dari sisi Price to Earnings Ratio (PER), rata-rata industri jalan tol yakni JSMR, CMNP, dan META di level 46,85 kali. Yang paling mahal adalah META di level 104,17 kali berdasarkan laporan keuangan 2012. “Sedangkan CMNP paling murah di antara saham-saham jalon tol di level 10,04 kali. JSMR di level 26,34 kali,f
Dia menegaskan, dari sisi PER, CMNP sangat menarik karena lebih murah dibandingkan emiten jalan tol lainnya. “Dilihat dari Debt to Equity Ratio (DER)-nya, CMNP masih sangat aman di level 0,45 kali. Jadi, cukup baik untuk menopang kinerjanya. Sebab, utang lebih rendah dibandingkan ekuitasnya,” .
Secara terpisah, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengungkapkan hal senada. Dia melihat positif saham CMNP seiring rencana rights issue yang hasil dananya akan digunakan untuk mengakuisi Bank Mutiara. “Karena itu, pada intinya secara fundamental, saham CMNP cukup bagus,.
Hanya saja, Willy menggarisbawahi, pergerakan saham ini memang kurang aktif dan sewaktu-waktu bahkan diam karena volume transaksinya memang tidak terlalu besar. Kecuali, jika ada isu atau aksi korporasi tertentu, baru saham ini ditransaksikan dalam jumlah besar. “Saya rekomendasikan long term buy. Sebab, CMNP masuk saham infrastruktur yang prospeknya cukup positif untuk 2013,
Posted in: