Waspada IHSG Balik Arah, Mainkan 12 Saham!


Headline

Laju IHSG Selasa (30/4/2013) diharapkan bertahan di zona positif seiring imbas dari bursa saham global. Tapi, pasar harus tetap waspada terhadap potensi downreversal.
Pada perdagangan Senin (29/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 21,25 poin (0,43%) ke angka 4.999,752. Intraday terendah 4.981,211 dan tertinggi 5.001,887. Volumeperdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, tidak ingin melanjutkan pelemahannya, IHSG berhasil bangkit. “Apalagi, dengan masih adanya dorongan daya beli terhadap saham-saham yang telah melemah sebelumnya,” katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/4/2013).
Meski mengalami kenaikan, Reza menggarisbawahi, dari laju selama intraday terlihat bahwa IHSG cenderung bergerak sideways. “Dorongan beli juga mendapat dukungandari transaksi asing sehingga IHSG mampu bertahan di zona positif hingga akhir sesi meski hanya sebentar berada di level psikologis 5000-an,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, pergerakan bursa saham Asia yang variaitif pun turut mempengaruhi laju IHSG.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Selasa (30/4/2013) IHSG berada pada support 4.972-4.987 dan resistance 5.006-5.015. “Indeks berpola menyerupai hammer di atas middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung turun tipis dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic cenderung turun dari area overbought.
Akhirnya, kata dia, IHSG berhasil tutup di atas target resistance 4.996-5.015 meski untuk level tertingginya belum mendekati target resistance kedua tersebut. “Masih adanya daya beli setidaknya mampu menahan penurunan IHSG meskipun belum terlalu signifikan,” tuturnya.
Dia menyarankan, agar pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi downreversal. “Diharapkan masih ada imbas positif dari bursa saham global, terutama di akhir bulan ini sehingga bisa mempertahankan IHSG di zona positifnya,” papar dia.
Di atas semua itu, dia menyodorkan 12 saham sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Surya Semesta Internusa (SSIA), trading buy dengan support Rp1.510-1.530, resistance Rp1.590-1.610, dan target harga Rp1.600. “Hammer lewati MBB. RSI mulai upreversal,” ungkap Reza.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), trading buy dengan support Rp4.875-4.925, resistance Rp5.000-5.050 dan , dan target harga Rp5.050. “Hanging man di atas MBB,” papar dia.
PT Bank Central Asia (BBCA), trading buy dengan support Rp10.700-10.950 resistance Rp11.150-11.350, dan target harga Rp11.250. “Bullish harami bertahan di atas MBB,” tuturnya.
PT Holcim Indonesia (SMCB), trading buy dengan support Rp3.550-3.600 resistance Rp3.725-3.750, dan target harga Rp3.725. “Double spinning dekati MBB. RSI upreversal,” kata Reza.
Saham-saham lainnya, PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran Rp560-630, trading sell jika Rp580 gagal bertahan; PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp1.350-1.400, trading buy selama di atas Rp1.370;
PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran Rp560-610, trading buy selama di atas Rp570; PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran Rp3.200-3.350, trading sell jika Rp3.225 gagal bertahan; PT Supra Boga Lestari (RANC) dalam kisaran Rp890-980, trading buy selama di atas Rp930;
PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp17.500-18.200, trading sell jika Rp17.700 gagal bertahan; PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp6.300-6.650, trading buy selama di atas Rp6.450; dan PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp18.000-18.600, trading buy selama di atas Rp18.250.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons