Analis menjagokan saham KIJA dan SMGR untuk menjadi pilihan para pemodal. Secara fundamental, kedua saham tersebut memiliki banyak katalis positif. Seperti apa?
Pada perdagangan Selasa (7/5/2013) saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) ditutup stagnan di Rp320. Berbeda dengan saham PT Semen Indonesia (SMGR) yang menguat Rp150 (0,81%) ke Rp18.600 per saham.
Pengamat pasar modal Sem Susilo menjagokan saham KIJA. Sem mengungkapkan enam alasan mengapa dia menjagokan saham ini. Alasan pertama, secara fundamental, KIJA memiliki aset terbesar untuk sektor kawasan industri.
Kedua, kata dia, valuasi KIJA juga termasuk murah di sektor properti. Ketiga, land bank-nya masih sangat luas. “Keempat, anak usaha KIJA yaitu PT Bekasi Power sudah produktif sejak Januari 2013 sehingga emiten sudah menjual listrik,
Kelima, lanjut dia, untuk jangka panjang KIJA juga sangat positif karena pemerintah hampir bisa dipastikan mulai membangun Jembatan Selat Sunda (JSS) pada 2014. “Ini menjadi katalis yang sangat positif bagi KIJA terutama untuk kawasan wisata Tanjung Lesung di Ujung Kulon dan Kedua, kawasan industri Cilegon di mana harga tanahnya saja akan mengalami lonjakan harga yang luar biasa,
Keenam, kata dia, sebentar lagi akan dibuka jalan tol baru yakni pada Agustrus 2013. PT Lippo Cikarang (LPCK) dan KIJA bekerjasama dalam pembangunan dan pengoperasian akses tol KM 34,7 Jakarta-Cikampek. “Ini juga akan menaikkan nilai jual aset KIJA 10-15%. Karena itu, katalis fundamental KIJA sangat luar biasa,
Menurut Sem, saham KIJA memiliki support di Moving Average (MA)60 yakni di level Rp275-295. Pada kisaran level support tersebut, Sem merekomendasikan beli saham KIJA dengan target penguatan Rp350 untuk satu bulan dan Rp500 untuk tiga bulan. “KIJA disarankan mulai beli di level support MA60 di Rp275 dan maksimal Rp295,
Selain KIJA, Sem juga menjagokan saham SMGR. Menurut dia, performa fundamental emiten semen ini luar biasa. “Ini seiring pergerakan sektor konstruksi yang luar biasa yang otomatis membutuhkan semen,
Konstruksi pun, lanjut Sem, dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan konstruksi BUMN. Karena itu, semennya pun berasal dan perusahaan semen BUMN yaitu SMGR. Selain itu, SMGR juga punya dividen cukup besar sekitar Rp400 per saham.
Apalagi, SMGR juga punya rencana stock split di harga Rp20.000 per saham. Menurut Sem, dengan begitu banyak katalis, untuk mencapai Rp20.000 bukan hal yang sangat sulit bagi SMGR. “Maksimal satu bulan. Saya rekomendasikan beli SMGR setiap kali mengalami koreksi,
Posted in: