Cermati Bursa Global, Mainkan Sebelas Saham!

Headline

Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan Jumat (31/5/2013) ini. Tapi, jika bursa global positif, indeks pun bisa menghijau. Mainkan sebelas saham! Apa saja?
Pada perdagangan Kamis (30/5/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 71,05 poin (1,37%) ke level 5.129,647. Intaraday terendah 5.111,154 dan tertinggi 5.178,638. Investor asing mencatatkan net sell dalam jumlah yang signifikan hingga Rp1,43 triliun. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, kembali variatifnya bursa saham Asia, apalagi dengan pelemahan tajam Hang Seng Index (HSI) yang terimbas pelemahan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya membuat laju kenaikan IHSG terhambat. “IHSG pun terjungkal dan mengalami koreksi,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Belum lagi, kata dia, sentimen dari pelemahan rupiah yang membuat pelaku pasar hilang mood untuk melakukan transaksi. “Asing pun kian agresif jualan sehingga IHSG terperosok kian dalam,” papar dia.
Kali ini, lanjut dia, net buy asing terjadi pada saham-saham second liner sehingga tidak banyak memberikan dampak signifikan pada laju IHSG. “Pembukaan pasar Eropa yang negatif tidak meberikan imbas yang cukup baik bagi IHSG sehingga tetap mendekam dalam teritori negatif hingga akhir sesi,” tandas dia.
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Jumat (31/5/2013), IHSG berada pada support 5.100-5.120 dan resistance 5.185-5.195. “Indeks berpola menyerupai evening star mendekati middle bollinger bands (MBB),” ujarnya.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mendatar dengan histogram positif yang lebih pendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic kembali menjauhi area overbought. “Setelah melewati target resistance kami 5.195-5.203, kembali IHSG bergerak di bawah target support kami 5.135-5.165,” tuturnya.
Meski secara teknikal mensinyalkan adanya koreksi lanjutan, Reza menggarisbawahi, bisa saja indeks berbalik arah positif bila laju bursa saham global bisa kembali menghijau. “Untuk itu, tetap mewaspadai dan mencermati laju bursa saham global,” tandas dia.
Reza menyodorkan sebelas saham sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT Ciputra Surya (CTRS), trading buy dengan support Rp3.475-3.525, resistance Rp3.750-3.775, dan target harga Rp3.700. “Hammer. Stochastic upreversal,” timpal dia.
PT Semen Indonesia (SMGR), buy on weakness dengan support Rp17.950-18.150, resistance Rp18.350-18.450, dan target harga Rp18.400. “Long legged doji di area oversold,” kata Reza.
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), trading buy dengan support Rp1.920-1.950, resistance Rp2.025-2.050, dan target harga Rp2.025. “Inverted hammer dekati MBB,” ungkap dia.
PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), buy on weakness dengan support Rp1.450-1.490 resistance Rp1.530-1.550, dan target harga Rp1.530. “White marubozu di atas MBB,” imbuhnya.
Saham-saham lainnya, PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam kisaran Rp1.520-1.650, trading buy selama di atas Rp1.600; PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp1.860-1.950, trading sell jika Rp1.890 gagal bertahan;
PT Bumi Resources Minerals (BRMS) dalam kisaran Rp340-400, trading buy selama di atas Rp345, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp1.570-1.730, trading buy selama di atas Rp1.650;
PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) dalam kisaran Rp1.860-2.075, trading sell jika Rp2.025 gagal bertahan; PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran Rp720-820, trading buy selama di atas Rp780; dan PT Global Land Development (KPIG) dalam kisaran Rp1.400-1.480, trading buy selama di atas Rp1.420.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons