Laju IHSG Jumat (31/5/2013) diprediksi variatif-melemah dalam support 5.104 dan resistance 5.155. Pelemahan harga komoditas jadi pemicunya setelah IMF pangkas PDB China.
Pada perdagangan Kamis (30/5/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 71,05 poin (1,37%) ke level 5.129,647. Intaraday terendah 5.111,154 dan tertinggi 5.178,638.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dalam jumlah yang signifikan hingga Rp1,43 triliun dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, aksi jual investor asing terus menekan IHSG pada perdagangan kemarin. “Kami melihat adanya potensi penundaan pengumuman penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi membawa sentimen negatif bagi indeks,” katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Selain itu, lanjut dia, dari dalam negeri, sentimen negatif lain juga datang dari AS. “Sentimen itu seputar wacana pengurangan stimulus,” tandas dia.
Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) menurunkan target pertumbuhan ekonomi China tahun ini 8% dan 2014 8,2% masing-masing menjadi 7,75%.” Hal ini kembali menekan harga komoditas,” tuturnya.
Keluarnya investor asing dalam beberapa hari terakhir tampaknya juga turut membawa sentimen terhadap melemahnya nilai tukar rupiah.
Di atas semua itu, Purwoko memproyeksikan, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. IHSG tampak ditutup di bawah moving average 5 hari nya. “Kisaran support-resistance 5.104-5.155
Posted in: