Saham sektor perbankan dinilai masih menarik. Apa saja pilihannya?
Raymond Budiman, analis PT Panin Sekuritas mengatakan, secara umum,saham-saham sektor bank masih positif. Hal ini terlihat dari dua alasan fundamental.
Pertama, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh di atas 6%. “Berdasarkan data historis, jika Produk Domestik Bruto (PDB) di atas 6%, kredit perbankan bisa tumbuh di atas 20%,
Faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkuat proyeksi pemerintah dan beberapa lembaga penelitian bahwa Indonesia bisa tumbuh 6,3% di 2013.
“Karena itu, saya optimistis, sektor kredit bisa tumbuh di atas 20%. Bank Indonesia (BI) sendiri menargetkan pertumbuhan kredit di atas 20%. Pertumbuhan kredit bank-bank bagus sudah lebih 20% pada kuartal I-2013. Jadi sudah kelihatan, total kredit dengan perbedaan segmen masing-masing,
Kedua, lanjut Raymond adalah kinerja keuangan beberapa bank besar seperti PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI), melebihi ekspektasi analis pada kuartal I-2013 sebesar 25-26% (year on year). “Biasanya, pada kuartal perama, kinerja keuangan hanya naik 23%. Artinya, kinerja perbankan kuartal I sangat positif,
Untuk pilihan saham, Raymond mengaku menjagokan saham BBRI, karena di sektor perbankan, kinerja BBRI paling mengejutkan. “Jika melihat kinerjanya, saya menargetkan harga saham BBRI bisa menguat ke atas Rp10.000 seperti Rp10.100-10.200 untuk kuartal dua 2013,
Selain BBRI, Raymond juga menjagokan saham BMRI, dengan target harga bisa mencapai Rp11.500 untuk kuartal dua 2013. “Saya rekomendasikan beli untuk BBRI dan BMRI,
Menurutnya, kedua emiten tersebut cocok untuk investasi menengah-panjang di atas 3-4 bulan. Sementara untuk trading kurang cocok karena terlalu banyak sentimen yang mempengaruhi.
Tapi, secara Price to Earnings Ratio (PER), BMRI dan BBRI masih belum kemahalan, masih di level wajar. Apalagi dengan pertumbuhan laba bersih yang oke di atas 25% sehingga harga sahamnya pun seharusnya menguat seiring pertumbuhan laba bersihnya.
Adapun saham PT Bank Central Asia (BBCA) dinilai kurang menarik. Sebab, kinerjanya hanya 21% dari konsensus. Apalagi, harga BBCA saat ini sudah termasuk premium untuk harga saham-saham bank saat ini. “Saya tidak menargetkan harga untuk BBCA. Yang saya optimistis, BMRI dan BBRI saja
Posted in: