Menanti Neraca Dagang China, Rupiah Variatif

 Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (8/5/2013) diprediksi variatif. Pasar menanti rilis data neraca perdagangan China.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, potensi variatifnya pergerakan rupiah Rabu ini salah satunya karena pasar yang mengacu pada data-data ekonomi internasional terutama dari AS yang juga cukup variatif. Selain itu, pasar juga masih menantikan data-data ekonomi dari China yang akan memberikan gambaran apakah ekonomi China akan mengalami kenaikan atau perlambatan.

Kondisi ini, lanjut dia, sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi global. "Karena itu, rupiah berpeluang variatif dalam kisaran 9.700 hingga 9.750 per dolar AS,


Lebih jauh dia menjelaskan, karena China terletak di Asia, pengaruhnya akan besar ke Indonesia karena masih satu rumpun. Rabu ini, China akan merilis neraca perdagangan dan ekspor-impor setelah sektor manufaktur dan non-manufaktur China mengalami degradasi.

Neraca perdagangan China diekspektasikan membaik dari US$-0,88 miliar menjadi US$15,05 miliar. Sementara itu, ekspor China diprediksi naik dari 10% menjadi 10,3%. "Hanya saja, pertumbuhan impor China diprediksi turun dari 14,1% menjadi 13,9%,

Impor ini, lanjut dia, akan menjadi perhatian pasar. Sebab, impor China merupakan ekspor bagi negara-negara eksportir ke China seperti Australia, Korea Selatan, termasuk Indonesia. "Karena itu, sentimen China menjadi variatif. Ekspornya positif tapi impornya negatif," tuturnya.

Sementara itu, Bank Indonesia belum melakukan intervensi yang serius di pasar. "Selebihnya, pasar masih dibayangi oleh inflasi seiring penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS  di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (7/5/2013) ditutup menguat tipis 3 poin (0,03%) ke posisi 9.732/9.737

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons