Target Harga Saham PTBA Rp17.500


Headline

 Secara fundamental, saham PTBA ditargetkan menguat ke Rp17.500 dalam 12 bulan. Secara karakter, saham ini juga termasuk defensif dibandingkan saham batu bara lainnya.
Viviet S Putri, analis AMCapital Securities merekomendasikan beli untuk saham PTBA dengan target harga Rp17.500 untuk 12 bulan. Lebih bagus, kalau pemodal mendapatkan harga di bawah Rp15.000 saat emiten akan buy back sahamnya. “Secara keseluruhan, saham PTBA secara fundamental sangat menarik,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Rabu (1/5/2013) saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) ditutup stagnan di Rp15.250. Intraday tertinggi Rp15.300 dan terendah Rp15.150. Volume transaksi mencapai 1,28 juta unit saham senilai Rp19,6 miliar. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Belakangan, saham PTBA tidak mengalami pergerakan yang berarti. Bagaimana Anda melihat prospeknya?
Untuk jangka panjang, outlook saham PTBA cukup bagus. Sebab, emiten ini punya beberapa proyek yang nantinya membuat kinerja perusahaan semakin bagus. Antara lain, dengan pembuatan jalur kereta api, penambahan gerbong yang tentu akan meningkatkan kapasitas produksi. Belum lagi dengan proyek-proyek kerjasasama seiring Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan pihak-pihak lain. PTBA punya anak perusahaan yang akan bekerja sama untuk membangun rel jalan kereta yang merupakan proyek MP3EI. Karena itu, pemerintah ikut serta dalam pendanaannya.
Apalagi, PTBA akan ekspansi bukan hanya kerjasama operasional di Indonesia tapi juga penjajakan dengan pemerintah Myanmar dengan potensi tambang yang luas. Jadi, PTBA berekspansi baik pertambangan batu bara, operasional, maupun transportasi tambangnya. PTBA akan menjadi satu perusahaan yang bergerak secara terintegrasi. Bukan hanya menambang, PTBA juga menyediakan sarana infrastruktur tambang, pengadaan peralatan, dan jasa konsultasinya seiring pengalamannya yang matang. PTBA juga membangun pembangkit listrik tenaga uap. Jadi, PTBA menghasilkan perusahaan listrik sendiri.
Di dalam negeri PTBA juga sudah membangun coal-fired power plants dan akan menjual sebagian listriknya ke PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik. PTBA juga bekerja sama dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk kereta api yang sebenarnya juga dia pakai sendiri. Tapi, nantinya akan dipergunakan juga oleh perusahaan-perusahaan batu bara di luar PTBA. Dari sisi ini akan ada penambahan income. PTBA juga menjual listrik ke PLN dan PLN menjual ke area sekitarnya.
Selain itu?
PTBA juga sudah meminimalisasi cost dengan membuat alat sendiri yang jika dia beli dari Jerman senilai Rp95 miliar. Tapi, dengan membuat sendiri alat tersebut, PTBA bisa menghemat hingga Rp75 miliar. Kemampuan ini akan dikembangkan untuk membuat mesin-mesin conveyer dan lain-lain. Jadi, selain bergerak di pertambangan batu bara,PTBA juga mengembangkan infrastruktur engineering dengan membuat alat-alat produksi, coal-fired powen plants.
Bagaimana dengan harga batu bara yang belum ke mana-mana?
Fokus PTBA saat ini pertama, pada peningkatan kontrak perjanjian penjualan batu bara. Kedua, anak usaha fokus pada penjualan listrik. Ketiga, ekspansi ke beberapa negara, dan keempat akan meningkatkan ekspor batu bara berkalori tinggi yang harganya relatif lebih stabil dibandingkan kalori rendah. Indonesia sendiri akan membatas ekspor batu bara kalori rendah untuk digunakan di dalam negeri.
Anda melihat sisi negatif PTBA secara fundamental?
Berita yang kurang sedap untuk PTBA adalah kerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Andani dari grup Rajawali. Kerjasama ini terkendala seiring adanya ganjalan terhadap perizinan perusahaan Andani dalam pembuatan jalur kereta api. Sebab, pemerintah mensyaratkan, perusahaan yang akan membangun infrastruktur kereta api di Sumatera hanya perusahaan yang punya Izin Usaha Pertambangan (IUP).
PTBA membuat anak usaha khusus infrastruktur untuk jaringan kereta api. Tapi, pemerintah mengharuskan IUP. Padahal, anak usaha PTBA tidak bergerak di bidang pertambangan. Ini yang masih mengganjal prosesnya sehingga ditakutkan menjadi mundur realisasinya.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk saham PTBA?
Saya rekomendasikan beli saham PTBA.
Anda punya target harga untuk PTBA?
Target harga Rp17.500 untuk 12 bulan.
Di level berapa pemodal disarankan melakukan pembelian?
Lebih bagus kalau mendapatkan harga di bawah Rp15.000 saat emiten akan buy back sahamnya. Secara keseluruhan, saham PTBA secara fundamental sangat menarik.
Apakah saham PTBA menarik untuk trading jangka pendek?
Untuk jangka pendek tidak terlalu menarik. Sebab, PTBA diperbolehkan buy back apabila harga sahamnya sudah di bawah Rp15.000. Buy back itu sudah direncanakan untuk 1-2 tahun. Karena itu, setiap buy back mau dilakukan, perusahaan tidak perlu meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Saham hasil buy back, akan dimasukkan ke dalam portofolio PTBA. Saat harga saham PTBA naik, emiten diperbolehkan secara langsung menjual sahamnya. Tujuannya, untuk menambah pendapatan perusahaan melalui transaksi perdagangan sahamnya.
Untuk jangka panjang, PTBA termasuk saham defensif, tahan banting dibandingkan perusahaan-perusahaan batu bara lainnya. Pendapatan PTBA relatif stabil dan bertahan di tengah anjloknya harga batu bara. Pendapatan berasal dari kontraknya dengan PLN. PTBA punya banyak kontrak untuk suplai batu bara. Antara lain, PLN 10 ribu Mega Watt (MW) fase pertama, Indonesia Power, Bukit Asam Power, Pupuk Indonesia, dan Sumber Segara Primadaya yakni PLTU Cilacap. Level harga PTBA saat ini sangat menarik untuk jangka panjang.
Bagaimana dengan valuasi fundamental PTBA sendiri?
Secara Price to Earnings Ratio (PER), PTBA di level 11,2 kali untuk estimasi 2013. Artinya, tipis di atas rata-rata industrinya 9,9 kali atau dibulatkan 10 kali. Tapi, rendahnya PER sektor batu bara karena memang harga saham-saham batu bara anjlok. Jadi, saham-saham batu bara lain sudah kemurahan seperti ADRO, ITMG, HRUM, dan apalagi BUMI.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons