Laju IHSG selama sepekan ke depan diprediksi berada pada rentang support 4.835-4.867 dan resisten 5.022-5.175. Tiga belas saham jadi pilihan untuk pekan ini.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola seperti inverted hammer di bawah upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung downreversal.
“Posisi IHSG yang masih berada di area overbought secara teknikal mingguan dan tidak adanya tambahan sentiment positif dari rilis kinerja emiten membuat IHSG masih rentan melemah jika sentimen maupun data-data ekonomi yang dirilis kurang begitu baik,” kata Reza kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (5/5/2013).
Menurut Reza, sentimen dalam sepekan ke depan berharap dari rilis data-data ekonomi dan kemungkinan berita-berita umum emiten. Sehingga rilis tersebut dapat positif dan membuat IHSG tidak melanjutkan pelemahannya, apalagi menuju ke gap berikutnya di bawah. Dengan demikian, investor diharapkan mencermati sektor industri dasar, keuangan, konsumer, infrastruktur, dan properti.
Secara terpisah, analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, mengawali pekan ini, tampaknya tekanan jual akan mulai mereda dan para investor terlihat masih menunggu pengumuman pemerintah terkait kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
“Investor juga menanti pengumuman GDP kuartal pertama 2013, sehingga IHSG akan cenderung konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.890-4.950,
Sepekan kedepan, kata Reza, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentiment di antaranya, Rilis Forex Reserves (YoY) KorSel; Retail sales (YoY) & (MoM), house price index, RBA Interest rate decision, & balance of trade Australia; GDP growth rate (YoY) & (QoQ), Consumer Confidence, & unemployment rate Indonesia; Balance of trade & inflation rate China;
Interest rate decision KorSel; Markit services PMI, retail sales, & Sentix Investor Confidence zona EURO; Retail sales, balance of trade, & industrial production (YoY) Perancis; Industrial production (YoY) Spanyol; Manufacturing production (YoY) & BoE Interest rate decision Inggris; Industrial production (MoM) & (YoY) Jerman; IBD/TIPP Economics Optimism, Initial Jobless Claims, Fed. Budget balance AS; dan lainnya.
Reza menganjurkan saham yang bisa menjadi pilihan investor untuk sepekan besok, di antaranya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Bank Bukupin Tbk (BBKP), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Pt Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Tiga Pilar Sejahtera Fodd Tbk (AISA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola seperti inverted hammer di bawah upper bollinger bands. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung downreversal.
“Posisi IHSG yang masih berada di area overbought secara teknikal mingguan dan tidak adanya tambahan sentiment positif dari rilis kinerja emiten membuat IHSG masih rentan melemah jika sentimen maupun data-data ekonomi yang dirilis kurang begitu baik,” kata Reza kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (5/5/2013).
Menurut Reza, sentimen dalam sepekan ke depan berharap dari rilis data-data ekonomi dan kemungkinan berita-berita umum emiten. Sehingga rilis tersebut dapat positif dan membuat IHSG tidak melanjutkan pelemahannya, apalagi menuju ke gap berikutnya di bawah. Dengan demikian, investor diharapkan mencermati sektor industri dasar, keuangan, konsumer, infrastruktur, dan properti.
Secara terpisah, analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, mengawali pekan ini, tampaknya tekanan jual akan mulai mereda dan para investor terlihat masih menunggu pengumuman pemerintah terkait kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
“Investor juga menanti pengumuman GDP kuartal pertama 2013, sehingga IHSG akan cenderung konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.890-4.950,
Sepekan kedepan, kata Reza, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentiment di antaranya, Rilis Forex Reserves (YoY) KorSel; Retail sales (YoY) & (MoM), house price index, RBA Interest rate decision, & balance of trade Australia; GDP growth rate (YoY) & (QoQ), Consumer Confidence, & unemployment rate Indonesia; Balance of trade & inflation rate China;
Interest rate decision KorSel; Markit services PMI, retail sales, & Sentix Investor Confidence zona EURO; Retail sales, balance of trade, & industrial production (YoY) Perancis; Industrial production (YoY) Spanyol; Manufacturing production (YoY) & BoE Interest rate decision Inggris; Industrial production (MoM) & (YoY) Jerman; IBD/TIPP Economics Optimism, Initial Jobless Claims, Fed. Budget balance AS; dan lainnya.
Reza menganjurkan saham yang bisa menjadi pilihan investor untuk sepekan besok, di antaranya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Bank Bukupin Tbk (BBKP), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Pt Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Tiga Pilar Sejahtera Fodd Tbk (AISA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Posted in: