Enam Belas Saham Pilihan Pekan Ini

Headline


 Arah IHSG dalam sepekan ke depan diprediksi rawan koreksi dalam rentang support 5.052-5.085 dan resistance 5.195-5.231. Inilah enam belas saham untuk pilihan pekan ini.
Pada perdagangan Jumat (31/5/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 61,02% (1,19%) ke posisi 5.068,628. Intraday terendah 5.068,628 dan tertinggi 5.149,338. Investor asing mencatatkan net sell hingga Rp621,7 miliar.
IHSG selama sepekan mengalami penurunan 86,47 poin atau jauh di bawah dari pekan sebelumnya yang naik 9,41 poin (0,18%). Penurunan ini juga terjadi pada indeks utama lainnya seperti indeks IDX30 yang memimpin penurunan 3,95% dan diikuti indeks JII dan indeks saham unggulan LQ45  yang LQ45 yang masing-masing anjlok 3,52% dan 3,47%. Hanya indeks DBX yang mengalami penguatan dengan naik 1,05%.
Laju indeks sektoral pun tidak jauh berbeda. Mayoritas sektor saham mengalami penurunan. Namun, hanya 3 sektor yang menguat yaitu indeks properti, perkebunan, dan perdagangan yang naik masing-masing 8,90%, 2,54%, dan 1,57%.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.052-5.085 dan resistance 5.195-5.231 dalam sepekan ke depan. “IHSG membentuk pola menyerupai seperti three outside down mendekati middle bollinger bands,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung menurun dengan histogram positif yang memendek. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic cenderung downreversal dari atas area overbought. “Meski selama sepekan cenderung melemah, namun indeks masih di atas target support kami 5.065-5.097 sebelumnya,
Namun demikian, dia menegaskan, posisi IHSG tetap belum nyaman karena masih rawan melanjutkan koreksi bila sentimen-senitmen yang ada tidak mendukung. “Pola yang sama akan berlaku di mana pelaku pasar akan memanfaatkan setiap kenaikan untuk profit taking karena mulai tidak nyamannya sentimen yang ada
Untuk itu, Reza menyarankan para pemodal untuk tetap selalu mencermati setiap sentimen yang ada dan mewaspadai potensi koreksi lanjutan. “Cermati saham-saham di sektor perkebunan, industri dasar, infrastruktur, konsumer, dan properti,
Dalam sepekan ke depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen pasara antara lain, balance of trade Korea Selatan; NBS Manufacturing PMI & HSBC Manufacturing PMI China; Retail Sales tahunan, current account, & RBA interest rate decision Australia;
Inflation rate & balance of trade Indonesia; Manufacturing PMI Italia; Retail sales bulanan, markit service, & PMI Construction Inggris; Retail sales & unemployment rate Perancis; Markit Manufacturing PMI & markit service PMI Jerman;
Markit Manufacturing PMI, markit service PMI, retail sales, GDP, & markit composite PMI Zona Euro; Markit Manufacturing PMI, balance of trade, ISM non-manufacturing PMI, initial jobless claims, pending home sales AS; dan lainnya.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan 16 saham sebagai pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah PT London Sumatera Plantation (LSIP), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT BW Plantation (BWPT), PT Salim Ivomas Pratama (SIMP),
PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Agung Podomoro Land (APLN), PT Ciputra Surya (CTRS), PT Duta Graha Indah (DGIK), PT Pakuwon Jati (PWON),
PT Modern Land Realty (MDLN), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Jembo Cable Company (JECC), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Indofood CPB Sukses Makmur (ICBP), dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA).

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons