Pergerakan IHSG Senin (3/6/2013) diprediksi variatif-melemah dalam kisaran support 5.025 dan resistance 5.090. Faktor kebijakan harga BBM yang berlarut dan rilis inflasi jadi pemicunya.
Pada perdagangan Jumat (31/5/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 61,02% (1,19%) ke posisi 5.068,628. Intraday terendah 5.068,628 dan tertinggi 5.149,338.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik yang ikut dipicu adanya transaksi crossing saham CMNP senilai Rp672,56 miliar di harga Rp2.300. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp621,7 miliardengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan. “Pelemahan didorong oleh berlanjutnya aksi jual saham dari investor asing,
Menurut Purwoko, tercatat 8 hari perdagangan berturut-turut, investor asing mencatatkan net sell yang cukup signifikan. “Beralihnya investasi asing ini turut membawa sentimen yang menekan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level psikologis 10.000,
Sementara itu, faktor eksternal yang memperngaruhi pergerakan bursa regional pekan lalu adalah data-data ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB) dan tunjangan pengangguran AS yang dirilis lebih buruk dari perkiraan.
“Pasar benar-benar berharap dengan data ekonomi yang belum seluruhnya bagus ini membuat Bank Sentral AS The Fed yakin bahwa belum saatnya mereka mengurangi stimulus yang sudah dilakukan sejak September 2012 hingga ekonomi AS benar-benar stabil,
PDB AS untuk kuartal-I-2013 di level 2,4% lebih rendah dari estimasi yang sebesar 2,5%. Data tunjangan pengangguran naik 10 ribu orang menjadi 354 ribu, lebih buruk dari konsensus. Data pending home sales naik 0,3%, lebih rendah dari konsensus yg sebesar 1,5%.
Di atas semua itu, Purwoko memproyeksikan, indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah awal pekan ini. “IHSG berpeluang bergerak pada kisaran support 5.025 dan resistance 5.090,
Dia menegaskan, pergerakan Senin (3/6/2013) akan diwarnai oleh pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Mei 2013. “Berlarutnya masalah kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga memberikan dampak negatif bagi pasar
Posted in: