Tak adanya kepastian tanggal penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai masih jadi tanda tanya bagi sebagian pelau pasar. Karena itu, mereka lebih suka pegang cash daripada memegang saham.
Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securities mengatakan, pasar masih belum mendapat kejelasan, kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan dinaikkan. Penaikan harga BBM, masih menjadi tanda tanya bagi sebagian kalangan. “Karena itu, pelaku pasar merasa lebih baik untuk memegang cash daripada pegang saham,
Pada perdagangan Rabu (19/6/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 33,8 poin (0,70%) ke posisi 4.806,656. Intraday terendah 4.801,2 dan tertinggi 4.880,401.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik terbantukan dengan adanya transaksi crossing saham BNII di harga Rp300 senilai Rp1,79 triliun. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp800,2 miliar dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy. Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG melemah 0,70% ke 4.806 kemarin. Apa yang terjadi?
Saya melihat, pelemahan IHSG Rabu (19/6/2013) lebih dipicu oleh aksi ambil untung biasa. Sebab, kenaikan indeks sebelumnya, masih diwarnai oleh aksi jual bersih investor asing. Itulah, yang jadi alasan bagi pelaku pasar, untuk memanfaatkan momentum penguatan indeks pada sesi pembukaan untuk profit taking. Ini profit taking wajar.
Apalagi, pasar juga masih belum mendapat kejelasan, kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan dinaikkan. Penaikan harga BBM, masih menjadi tanda tanya bagi sebagian kalangan. Karena itu, pelaku pasar merasa lebih baik untuk memegang cash daripada pegang saham.
Penjelasan teknikalnya bagaimana?
Secara teknikal, pelemahan indek juga karena berada di bahwa mid price sehari sebelumnya dan kemarin. Sehari sebelumnya, mid price indeks berada di level 4.828, dan kemarin jauh di bawah mid price tersebut. Jadi, dua sinyal cukup kuat untuk jual saham yaitu mid price sebelumnya dan indeks melaupaui mid price kemarin 4.841.
Lantas, apakah tekanan jual tersebut masih akan berlanjut?
Konfirmasi sell yang benar-benar kuat akan terjadi, jika IHSG melemah dan mampu melewati level 4.795. Ini merupakan konfirmasi terjadinya sell. Angka tersebut merupakan level terendah pada tanggal 18 Juni 2013.
Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG Kamis (20/6/2013)?
Kalau melihat secara teknikal, kemungkinan Kamis ini laju IHSG masih akan melemah. Tapi, saya lebih suka berpatokan pada mid price. Jika Kamis ini IHSG masih di atas mid price Rabu, 4.841, indeks masih bertenga untuk mencapai beberapa resistance kuat seperti 4.856 dan 4.904.
Seringkali, kalau meramalkan naik atau turun, menurut saya agak useless, percuma. Jadi, Kamis ini lihat saja hingga pukul 10, apakah indeks di atas 4.841 atau tidak. Kalau masih di bawah 4.841, kecenderungannya masih tertekan.
Level support dan resistance indeks?
Untuk Kamis (20/6/2013) ini, support indeks berada di 4.743 dan resistance 4.902.
Saham-saham pilihan Anda?
Untuk Kamis ini, perhatikan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dengan target Rp12.600 dan cut loss di Rp11.850; PT Bank Danamon (BDMN) dengan target Rp6.150 dan cut loss di Rp5.450; PT AKR Corporindo (AKRA) sell on strength dalam kisaran Rp5.750-5.850 karana sudah empat hari berturut-turut menguat; dan PT Inovisi Infracom (INVS) dengan dan target harga Rp6.700 dan cut loss di Rp5.550.
Posted in: