Investor Kabur dari Negara Berkembang?

Headline

Laju IHSG Jumat (14/6/2013) diprediksi masih berada dalam tekanan jual. Pasar ditengarai menarik investasi mereka dari emerging market termasuk Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (13/6/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 90,22 poin (1,92%) ke posisi 4.607,663. Intraday terendah 4.568,117 dan tertinggi 4.670,734. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,39 triliun dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG kemarin kembali ditutup melemah seiring pelemahan yang terjadi pada bursa regional. “Kami melihat berlanjutnya aksi jual investor menjadi katalis negatif bagi pergerakan bursa regional,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Menurut dia, kekhawatiran akan pengurangan stimulus oleh The Fed, menjadi salah satu alasan untuk menarik investasi di emerging market.
Pengumuman kenaikan suku bunga BI Rate kemarin ke 6%, lanjut dia, juga tidak direspons positif oleh pasar. “Padahal, kenaikan itu diantisipasikan akan membantu rupiah keluar dari tekanan dolar AS,” timpal dia.
Investor, dia menegaskan, justru lebih khawatir akan dampak kenaikan bunga terhadap saham sensitif bunga seperti sektor properti yang sebelumnya bahkan sejak tahun lalu menjadi salah satu sektor yang outperform indeks.
Di atas semua itu, Purwoko memproyeksikan, IHSG masih akan berada dalam tekanan jual. “Seperti yang pernah kami ulas sebelumnya, selama investor asing masih melakukan aksi jual, akan sulit indeks bergerak kembali bullish. Kisaran support-resistance Jumat ini 4.510-4.650,” imbuh Purwoko.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons