Aturan LCGC dinilai belum berpengaruh positif pada saham ASII. Tapi, untuk jangka pendek, bisa naik ke Rp Rp6.750-6.800, Rp7.000 dalam tiga bulan dan Rp8.000 hingga akhir 2013.
Pada perdagangan Rabu (26/6/2013) saham PT Astra International (ASII) ditutup melonjak Rp350 (5,69%) ke Rp6.500 per saham. Intraday tertinggi mencapai Rp6.650 dan terendah Rp6.300. Volume transaksi mencapai 50,6 juta unit saham senilai Rp328,5 miliar.
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, kalau hitung-hitungan di atas kertas, rencana ASII menjual mobil berbiaya murah, setelah keluarnya PP No 41 tahun 2013 yang mengatur mobil kategori LCGC (Low Cost and Green Car) akan mendapat respons positif dari masyarakat. “Terutama, untuk kelas menengah ke bawah yang juga ingin menikmati kendaraan, mobil berbiaya murah itu tentu menjadi pilihan,
Reza menegaskan, permintaan masyakat terhadap kendaraan masih besar. “Buktinya, saat pabrikan mobil mengeluarkan produk city car, peminatnya luar biasa. Toyota dengan Yaris-nya, Honda dengan Jazz-nya, Nissan dengan March-nya, Hyundai dengan Avega-nya dan lain-lain,” ujarnya.
General Motors (GM) pun, lanjut dia, mengeluarkan Aveo untuk menyasar segmen pasar menengah ke bawah. “Dari sisi ini saja, kita bisa melihat, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang nyaman untuk mobilitas, masih tinggi,
Di segmen atas pun, animo pembuatan City Car sangat kuat. Mercedes mengeluarkan varian mobil yang CC-nya lebih rendah. Sebelumnya, Mercedes lebih dikenal dengan CC tinggi seperti E320 dan E300 yang CC-nya 3.000-an ke atas. “Sekarang dirilis CC rendah seperti E240 dan E260, karena Mercedes melihat besarnya demand di segmen ini. Begitu juga dengan BMW yang mengeluarkan seri 5 dan seri 7,
Saat ini, pasar baru mendapat bocoran perihal produksi AYLA dan AGYA dari Astra. “Ke depan, pabrikan mobil lain juga akan ikut. Jika AGYA dan AYLA mendapat respons positif dari pasar, pabrik lain akan ikut,
Namun demikian, Reza melihat, keluarnya aturan LCGC itu belum berpengaruh positif ke saham-saham otomotif termasuk ASII. “Sebab, saat ini kondisi pasar belum cukup kondusif sehingga membuat mind-set pasar adalah jual saham,
Apalagi, dari pihak emiten baik ASII maupun PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS), belum membeberkan kepada pasar potensi keuntungan yang mereka raih setelah menjual mobil LCGC tersebut.
“Pasar sekarang baru mendapat gambaran umum saja. Pasar belum mendapatkan gambaran detil bagaimana minat masyarakat dan seberapa besar penjualan dari kendaraan-kendaraan tersebut. Sejauh ini pasar baru mendapat proyeksi baik dari ASII maupun IMAS,”
Karena itu, Reza menegaskan, pengaruh keluarnya aturan LCGC ke saham ASII belum terasa sekarang. “Jika mobil tersebut diproduksi Juli, pasar akan melihat seberapa besar penjualannya dalam bulan tersebut. Jika mencapai 2000 unit, pasar bisa memproyeksikan penjualan hingga akhir tahun sebesar 12.000 unit. Setelah pasar tahu, baru akan terefleksi pada peningkatan harga sahamnya,”
Pekan lalu, harga saham ASII turun ke bawah Rp6.250 yang merupakan harga terendah Juli 2012. Artinya, ASII sudah kembali ke harga tahun lalu. Di sisi lain, secara historis, ASII pernah mencapai level tertinggi Rp8.300. “Karena itu, hingga akhir 2013 saya menargetkan Rp8.000 jika historis itu berlaku juga untuk tahun ini,”
Sedangkan untuk 3 bulan, target harga ASII di Rp7.000 terlebih dahulu. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk ASII di level support Rp6.000-6.100 setelah Rp6.250 ditembus seiring kondisi IHSG yang kurang kondisif,
Secara historis, level Rp6.250 sulit ditembus tapi ternyata ditembus juga. Tahanan berikutnya di Rp5.500 yang merupakan level terendah 2011. “Secara teknikal, ASII punya gap di level Rp6.750-6.800 sehingga seharusnya menguat terlebih dahulu ke level tersebut,”
Di atas semua itu, Reza mengingatkan, ASII juga merupakan holding company yang sekarang masih mendapat tekanan negatif dari dua anak usahanya yakni PT United Tractor (UNTR) dan PT Astra Agro Lestari (AALI) yang sedang tertekan harga komoditas. “Tapi, kalau melihat penjualan kendarannya, fundamental ASII sangat oke,
Posted in: