IHSG masih menguat dan rupiah ditutup stagnan. Pasar merespons intervensi verbal dari para petinggi bank sentral AS, the Fed terkait penarikan stimulus moneter.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, nilai tukar rupiah memasuki fase konsolidasi setelah pergerakan dolar AS terhenti dari rally-nya. Reli dolar AS dipicu oleh pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) beberpa waktu lalu yang memicu ketakutan pasar atas penarikan stimulus oleh The Fed pada tahun ini.
Namun, spekulasi terhadap bullish dolar AS dan bearish untuk mata uang emerging market, tampak mereda setelah adanya intervensi verbal yang dilakukan oleh beberapa pejabat The Fed. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.920 setelah mencapai level terlemhanya 9.931 dari posisi pembukaan 9.930 per dolar AS,
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (27/6/2013) ditutup stagnan di level 9.920/9.930.
Salah satu intervensi verbal datang dari Narayana Kocherlakota, president of the Federal Reserve Bank of Minneapolis yang menyatakan, bahwa penarikan stimulus masih cukup panjang dibandingkan dengan apa yang diekspektasikan para pelaku pasar sejauh ini.
Hari ini, lanjut Christian, pasar masih mennanti pernyataan dari petinggi The Fed yang lain seperti William Dudley, president of the Federal Reserve Bank of New York dan anggota dewan gubernur The Fed, Jerome Powell. "Keduanya sangat penting karena merupakan anggota voter FOMC,
Dua petinggi The Fed tersebut, lanjut dia, diharapkan bisa memberikan kejelasan mengenai ekspektasi arah kebijakan FOMC selanjutnya.
Apalagi, dolar AS juga mendapat tekanan negatif setelah rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS semalam untuk versi final yang turuk jauh di bawah ekspektasi 2,4% menjadi 1,8% untuk kuartal I-2013. "Ini juga meredakan bullish dolar AS. Sebab, buruknya data AS memicu stimulus moneter The Fed masih dibutuhkan sehingga diperpanjang. Efeknya menjadi negatif untuk dolar AS,
Lalu, dari China terdapat beberapa laporan keuangan emiten yang menunjukkan angka cukup positif. "Kondisi ini sedikit memberi topangan terhadap daya tarik mata uang emerging market termasuk rupiah,
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 82,90 dari sebelumnya 82,95. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,3027 dari sebelumnya US$1,3006 per euro,
Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, sejak pukul 14.50 WIB dia sudah mulai memberikan peringatan. “Biasa, panduan saya kalau sore seperti ini adalah posisi Hang Seng Index (HSI),
Sebab, kata dia, Hang Seng tadi pagi sudah sempat menguji gap di 20.703–20.896. “Harusnya, untuk bikin signal positif, HSI harus tutup di atas batas bawah 20.703 itu. Tapi, boro-boro tutup di atas 20.703, tutup di atas 20.500 saja gagal. Signal negatif ini, membuat saya extra hati-hati,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya sudah bisa dibilang bagus. “Dana asing, terlihat mulai mengalir lagi ke bursa kita. Hingga sore hari ini, posisi net buy asing masih bisa bertahan di atas level psikologis Rp250 miliar. Dana asing sepertinya sudah mulai mengalir masuk seiring dengan langkah Moody's Investor Service yang menaikkan outlook peringkat surat utang Indonesia,”
Pada perdagangan Kamis (27/6/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 88,02 poin (1,92%) ke posisi 4.675,749. Intraday tertinggi Rp4.732,985 dan terendah Rp4.644,036. Investor asing mencatatkan net buy (aksi beli bersih) senilai Rp48,7 miliar.
Namun demikian, dengan signal negatif yang ada pada bursa regional, membuat Satrio memilih untuk mengamankan posisi. “Beberapa posisi sudah saya bersihkan. Bahkan, kalau PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sampai tutup di Rp11.000, berarti posisi saya full cash,
Hanya saja, Satrio mengaku tidak sepenuhnya melepas saham. “Saya banyak antri saham-saham blue chip di harga–harga bawah. Eh, siapa tahu ada yang member rejeki lagi lewat closing session order seperti beberapa hari terakhir. Tapi, risikonya tinggi juga ya, kalau nanti malam bursa regional turun lagi, apa enggak nyangkut itu ya? Semua ada ‘rencana trading’-nya, kalau besok tembus support,
Posted in: