Indeks Nikkei mempimpin penguatan bursa Asia pada perdagangan Jumat (28/6/2013). Hal ini seiring penguatan Wall Street dan melemahnya yen Jepang.
Indeks Nikkei lebih tinggi 3,3 persen dengan indeks dolar AS terhadpa yen USD/JPY naik 0,4% ke 99 yen. Untuk indeks Topix lebih tinggi 3,1 persen. Selama semester pertama tahun ini, indeks Nikkei telah naik 30 persen lebih.
Sementara indeks Kospi di Seoul menguat 1,2%, indeks Hang Seng naik 1,4% dan indeks ASX naik 0,3%. Untuk indeks Shanghai naik 1,8% setelah sempat mengalami pelemahan.
"Volatilitas yen sulit untuk diimbangi. Namun sesekarang sinyal dari Fed lebih jelas sehingga volatilitas mulai menurun," kata Jens Nordvig, analis dari Nomura Strategic.
Perdagangan terliat tidk stabil dengan kehwatiran terjadinya kenaikan suku bunga pasar, Hal ini akan memperlambat proses pemulihan ekonomi.
Penguatan ini seiring dengan bursa saham AS pada perdagangan Kamis (27/6/2013). Indeks Dow Jones lebih tinggi 0,8% ke 15.024,49. Untuk indeks S&P lebih tinggi 0,6% ke 1.613,20. Sedangkan indeks Nasdaq mendapatkan kenaian 0,8% ke 3.401,86.
Untuk data ekonomi tentang pembelian rumah tangga meningkat 0,3% di bulan Mei. Demikian juga dengan upah naik 0,5%. Secara terpisah data orang yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 9.000 menjadi 346 ribu pada pekan lalu. Data dari National Association of Realtors melaporkan penjualan rumah yang tertunda melonjak ke tertinggi enam tahun pada Mei.
Sementara data sebelumnya, tentang PDB kuartal pertama tahun ini 1,8% dari estimasi awal 2,4%. Hal ini memperkuat pandangan stimulus Fed akan tetap berlanjut hingga tahun 2014.
Posted in: