Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (24/6/2013) diprediksi menguat seiring imbas positif dari eksternal. Seperti apa?
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, peluang rebound nilai tukar rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh adanya kelegaan pasar dari intervensi Poeple's Bank of China (PBoC) terhadap pasar uang. Sebab, kata dia, jelang akhir pekan lalu, selain tertekan oleh kecemasan The Fed ada juga kecemasan pasar pada krisis likuiditas perbankan China.
Menurut dia, suku bunga antar bank China melonjak ke level tertingginya sepanjang sejarah hingga 14%. "Ini menunjukkan keengganan dari bank-bank di China untuk memberikan pinjaman satu sama lain,"
Terakhir kalinya, lanjut dia, lonjakan bunga antar bank ini pernah terjadi di AS. "Tapi, saat itu masih dibiarkan oleh The Fed sehingga memicu kolaps-nya Lehman Brothers,
Sedangkan Senin ini, lanjut dia, terdapat kelegaan setelah PBoC mengintervensi pasar dengan injeksi likuiditas senilai 50 miliar yuan atau setara US$8,2 miliar. Ini seharusnya menambah sentimen positif bagi rupiah awal pekan ini. "Karena itu, rupiah cenderung menguat dalam kisaran 9.870 hingga 9.950
Selan itu, penguatan rupiah juga dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Memang, kata dia, untuk jangka pendek kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak pada lonjakan inflasi hingga 9% pada dua tahun mendatang.
Selain itu, kenaikan harga BBM juga mempengaruhi perilaku konsumen pada semester II-2013 dan semester I-2014 yang akan berpengaruh negatif pada rupiah. "Tapi, di sisi yang lain pemangkasan subsidi BBM ini akan mendongkrak tingkat belanja pemerintah hingga 20% seiring anggaran yang lebih hemat 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB),
Jika alokasi belanja pemerintah benar direalisasikan untuk pengeluaran pembangunan infrastruktur, diharapkan dapat meningkatkan laju investasi di sektor riil. "Defisit neraca perdagangan pun, diharapkan membaik,
Pada akhirnya, kata dia, bisa terus melanjutkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan kembali menopang penguatan rupiah dalam jangka panjang. "Untuk jangka pendek memang lebih banyak faktor negatif yang mendera laju rupiah," imbuh Christian.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
Posted in: