Sejumlah insiden pecah ban yang terjadi di GP Inggris di Silverstone, Minggu (30/6/13), membuat organisasi otomotif dunia (FIA) mengubah peraturan soal tes pebalap muda.
Ban buatan penyedia tunggal Pirelli musim ini diakui oleh semua pebalap punya masalah dengan daya tahan. Puncaknya, empat pebalap mengalami pecah ban di GP Inggris, yakni Felipe Massa (Ferrari), Sergio Perez (McLaren), Lewis Hamilton (Mercedes) dan Jean-Eric Vergne (Scuderia Toro Rosso).
Jika pada awalnya hal tersebut diterima sebagai tantangan tersendiri, kini presiden FIA, Jean Todtt, mengakui hal tersebut mulai membahayakan para pebalap.
Sebagai solusi awal, FIA mengubah tes untuk para pebalap muda masing-masing tim, yang akan digelar tiga hari selama 17-19 Juli di Silverstone, menjadi tes ban yang boleh diikuti para pebalap utama.
Kedua, FIA juga akan meminta izin kepada World Motor Sport Council (Dewan Olahraga Otomotif Dunia) untuk mengganti spesifikasi ban tanpa perlu meminta kesepakatan dari para pebalap.
Sesuai pasal 12.6.3, Pirelli hanya boleh mengganti spesifikasi ban-ban yang sudah dikeluarkannya berdasarkan persetujuan semua tim peserta. Usai GP Barcelona (12/5/13), Pirelli berencana melakukan itu namun tiga tim, yakni Force India, Ferrari dan Lotus menolak. Pirelli sendiri telah menyiapkan ban dengan sabuk kevlar sejak menjelang GP Kanada (9/6/13), yang diyakini mampu menambah daya tahan ban.
“Prioritas kami adalah menjamin keselamatan semua yang ada di Formula 1 dan kami yakin insiden di Silverstone menunjukkan kebutuhan akan keamanan bagi para pebalap,” katanya Todt seperti dilansir Autosports.
“Karena itu kami telah mengambil keputusan untuk mengubah peraturan tes pebalap muda sehingga tim peserta boleh menggunakan pebalap yang mereka rasa cocok untuk melakukan pengembangan penggunaan ban demi menghindari masalah yang telah kita lihat di GP Inggris,” ia menambahkan.
FIA juga meminta jaminan dari Pirelli bahwa masalah ban ini tidak terulang lagi di seri selanjutnya di Jerman maupun seri-seri yang lain di masa mendatang.
Hari Selasa (2/7/13) waktu setempat, Pirelli diperkirakan akan mengumumkan hasil investigasi soal masalah di GP Inggris dan langkah apa yang akan mereka ambil sebelum seri di Nurburgring.
Mercedes AMG, yang secara diam-diam mengirimkan mobil dan dua pebalap utamanya, Nico Rosberg dan Lewis Hamilton, melakukan tes ban selama tiga hari usai GP Barcelona bersama Pirelli, tidak bisa mengikuti uji coba ini sebagai hukumannya.
Pirelli memang punya kesepakatan dengan FIA untuk menggelar tes ban selama tiga hari menggunakan mobil musim ini. Syaratnya, tes harus diikuti semua tim dan dengan seizin FIA. Dua syarat tersebut tidak dipenuhi sehingga Mercedes dianggap melanggara peraturan umum FIA, yang melarang tim menggelar uji coba di pertengahan musim dengan mobil musim berjalan dan pebalap utama.
Hasilnya, Mercedes dijatuhi hukuman dilarang berpartisipasi dalam tes pebalap muda, hukuman yang dikecam oleh sejumlah tim F1 karena dianggap terlalu ringan. Sebabnya, uji coba ban dengan mobil musim ini dan pebalap utama memberikan informasi yang amat signifikan untuk pengembangan mobil. Pengurangan poin atau larangan membalap dinilai lebih layak.
Entah kebetulan atau tidak, keputusan ini membuat tim-tim peserta F1 lainnya menjadi punya kesempatan yang sama untuk melakukan uji coba ban seperti yang dilakukan Mercedes AMG.