PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) pada semester pertama 2013 mencatat kredit tumbuh 16% menjadi Rp85,1 triliun dari periode yang sama di 2012 sebesar Rp73,5 triliun.
Presiden Direktur BII, Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan, kredit Business Banking (UKM dan Komersial) mengalami pertumbuhan paling tinggi yaitu dari Rp23,5 triliun menjadi Rp30,2 triliun atau naik 29%. Kredit retail meningkat 16% dari Rp26,7 triliun menjadi Rp31,1 triliun. Kredit
"Sedangkan, Global Banking telah kembali tumbuh sebesar 2% dari Rp23,3 triliun menjadi Rp23,9 triliun setelah sempat menurun pada kuartal pertama tahun ini sebagai dampak penyesuaian portofolio dalam upaya mengelola risiko kredit secara proaktif," kata Dato' dalam keterangan tertulisnya yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Senin (29/7/2013) malam.
Menurut Dato, bisnis kendaraan roda empat di bawah BII Finance mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan laba sebelum pajak konsolidasian yang melonjak 63% menjadi Rp144,8 miliar. Total Pembiayaa (konsolidasian) yang dibukukan BII Finance sebesar Rp7,9 triliun pada Juni 2013 dari Rp5,4 triliun pada Juni 2012, atau mencatat kenaikan 47%.
Sementara itu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM), anak perusahaan Bank di bidang pembiayaan roda dua, juga menunjukkan kinerja yang baik, melanjutkan turnaround dan mencatat total pembiayaan (konsolidasian) pada enam bulan pertama mencapai Rp8,3 triliun dibandingkan Rp9,7 triliun pada enam bulan pertama 2012, terkait peraturan uang muka.
"Rasio kredit terhadap Simpanan Nasabah (LDR) konsolidasian membaik dari 95,39% pada Juni 2012 menjadi 91,52% pada Juni 2013. LDR BII (tidak termasuk anak perusahaan) tetap terkelola secara sehat pada tingkat 85,0% sedangkan modified LDR konsolidasian yang memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 78,9% pada 30 Juni 2013," tutur dia.
Sedangkan, total pembiayaan BII Syariah meningkat signifikan dari Rp0,4 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp3 triliun pada Juni 2013, memberikan kontribusi 3,5% pada total kredit BII dari hanya 0,6% pada Juni 2012.
Posted in: