Saham BBKP, KLBF dan MPPA Jadi Pilihan

Headline

Dalam 2-3 hari ke depan, Astronacci menargetkan peluang penguatan IHSG hingga level resistance 4.936. Saham BBKP, KLBF dan MPPA jadi pilihan. Seperti apa?
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (12/7/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 6,23 poin (0,14%) ke posisi 4.610,456.
Abdul Aziz, analis teknikal PT Astronacci Internasional mengatakan, pergerakan IHSG berhasil mengkonfirmasi pembentukan bottoming tepat pada 9 Juli 2013 sesuai dengan ekpektasi pada beberapa hari sebelumnya. “Hal ini yang merupakan salah satu trigger yang mengantarkan harga menuju ke arah penguatan dengan tingkat volume yang relatif stabil,
Selain itu, lanjut dia, IHSG dalam waktu 2-3 hari ke depan akan segera memasuki potensi pembentukan pola inverted had and shoulder yang memberikan sebuah indikasi akan adanya penguatan harga. “Harga berpeluang menguat menuju ke target level resistance 4.936,
Level penguatan ini, lanjut dia, akan segera tercapai pada saat harga memasuki siklus Uranus Retrogade pada 17 Juli 2013. “Karena itu, Anda dapat memanfaatkan potensi penguatan tersebut dengan melakukan pembelian saham-saham pilihan Anda dengan tetap selalu memperketat risk and management,
Dalam momentum pergerakan harga saat ini, Aziz melihat ada beberapa saham yang layak untuk diperhatikan. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Bukopin (BBKP), PT Kalbe Farma (KLBF) dan PT Matahari Putra Prima (MPPA).
Secara terpisah, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, sebagai reaksi terhadap pidato Chairman The Fed kemarin, Dow Jones Industrial Average (DJIA) semalam ditutup dengan rekor penutupan tertinggi terbaru di 15.460,92. “Meskipun demikian, pagi hari ini, Indeks dari bursa di kawasan regional Asia terlihat hanya bergerak mixed
Variatifnya bursa Asia, kata dia, setelah kenaikan 169,26 poin (1,1%) yang terjadi pada DJIA tersebut dianggap sudah merefleksikan kenaikan yang terjadi pada bursa Asia kemarin.
Lebih jauh Satrio menjelaskan, setelah kemarin IHSG naik 2,8% dan ditutup di kisaran resistance 4.600-4.650. “Hari ini, harapan berlanjutnya kenaikan IHSG sepertinya hanya bisa terjadi jika pemodal asing kembali melakukan aksi beli dalam jumlah yang cukup signifikan
Sebab, kenaikan BI Rate 50 basis poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia kemarin, sentimennya cenderung negatif mengingat kenaikan tersebut diatas prediksi konsensus pasar yang hanya memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin.
Pada perdagangan kemarin, kata dia, saham-saham yang selama periode krisis kemarin menjadi penggerak utama IHSG, seperti TLKM dan UNVR, memang sudah mampu menembus resisten dari flat range-nya. Karena itu, masih memperlihatkan potensi kenaikan yang cukup.
Akan tetapi, Satrio menggarisbawahi, kenaikan BI Rate telah mulai memancing aksi profit taking pada saham-saham properti dan konstruksi. “ Apakah pemodal asing masih akan terus melakukan akumulasi pada saham perbankan di tengah kenaikan 50 basis poin pada BI Rate, adalah pertanyaan utama kita untuk hari ini,
Di atas semua itu, Satrio memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak variatif dengan kisaran 4.550–4.650 sebagai kisaran utama. “Hanya penembusan atas resistance 4.650 yang akan membuka potensi kenaikan hingga 4.750–4.825,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons