Saham CNKO dinilai sangat atraktif. Syaratnya, secara teknikal saham ini harus menembus Rp330-335. Apalagi, jika tembus Rp360, target harganya di Rp435 per saham. Seperti apa?
Pada perdagangan Senin (1/7/2013) saham PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) ditutup melemah Rp10 (3,03%) ke Rp320. Intraday tertinggi Rp330 dan terendah Rp310. Volume transaksi mencapai 16,4 juta unit saham senilai Rp5,2 miliar.
Fanny Suherman, research analyst PT OSO Securities mengatakan, secara teknikal, saham CNKO masih berada dalam pola minor downtrend. “Saham ini, sudah dua kali mencoba menembus ke atas Moving Average (MA) 50, tapi kurang kuat,
Lalu, lanjut dia, kalau dilihat dari indikator ADX, RS,dan The Relative Strength Index (RSI), CNKO masih menunjukkan adanya potensi pelemahan. “Akan tetapi, dalam jangka pendek ini kemungkinan CNKO akan coba menyentuh ke MA 50 lagi di level Rp330 dan mencoba menembus Rp335 yang merupakan upper line dari pola minor downtrend,
Lebih jauh dia menjelaskan, untuk tembus MA 50 saham ini harus memecahkan level Rp330-335. Setelah pecah, target harga jangka pendek di Rp355-360. “Syaratnya, CNKO harus menembus level Rp330-335,
Di sisi lain, jika Rp330-335 tidak ditembus, saham kemungkinan akan mengalami koreksi terlebih dahulu ke sekitar Rp290. “Tapi, untuk saat ini support CNKO di level Rp310 dulu per saham,
Fanny merekomendasikan buy on breakout untuk CNKO. “Boleh buy jika tembus ke atas Rp335 dengan target harga terdekat di Rp355. Sedangkan untuk cutloss bisa dilakukan jika break Rp290 per saham,
Jadi, dia menyimpulkan, saham CNKO cukup menarik, tapi pelaku pasar menunggu konfirmasi selanjutnya apakah saham ini berhasil mengalami penembusan ke atas atau atau tidak. “Jika berahasil break, saham ini menarik,
Lebih menarik lagi, lanjut dia, jika pergerakan CNKO bisa menembus Rp360 per saham. Sebab, secara teknikal, jika itu yang terjadi saham ini akan menuju Rp435. “Asal, CNKO break Rp360,” papar dia.
Dari sisi likuiditas, Fanny menilai, saham ini memang tidak selikuid saham-saham yang tergabung dalam kelompok indeks saham unggulan LQ45
atau saham-saham pada indeks Sri Kehati. “Tapi kalau dilihat dari price chart, CNKO cukup aktif walapun memang volume transaksi kurang besar,
Kalau masalah ‘nyangkut’, kata Fanny, tergantung investor masuk di level berapa dan apakah dia memasang cutloss atau tidak pada CNKO. “Kalau masuk di harga tinggi, tapi saat turun tidak ada cutloss, itu yang bisa ‘nyangkut’. Tapi CNKO bukan tergolong saham ‘tidur’ kok,
Posted in: