Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (5/7/2013) diprediksi melemah. Ekspektasi positif atas data tingkat pengangguran AS jadi pemicunya.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi pelemahan rupiah akhir pekan ini terutama dipicu oleh data tenaga kerja ADP yang dirilis sebelumnya mengalami penguatan di atas perkiraan pasar menjadi 188 ribu dari prediksi 161 ribu atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 134 ribu.
Begitu juga dengan indeks sektor jasa ISM yang menunjukkan adanya kenaikan subkomponen di sektor jasa. Bila dikombinasikan dapat menunjukkan data tingkat pengangguran AS yang membaik ke 7,5% nanti malam dari publikasi sebelumnya 7,6%. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.925 hingga 9.970 per dolar AS,
Membaiknya tingkat pengangguran, kata Christian, akan membuka peluang untuk skenario penarikan stimulus The Fed pada September 2013. "The Fed telah memberikan petunjuk bahwa reduksi stimulus akan dilakukan ketika tingkat pengangguran turun ke 7% dan stimulus dihentikan pertengahan tahun depan,
Sementara itu, kata dia, jika tingkat pengangguran turun ke 6,5% akan ada pertimbangan untuk menaikkan suku bunga acuan. "Karena itu, yang terpenting adalah data tingkat pengangguran, bukan data non-farm payrolls,
Dia menegaskan, jika tingka pengangguran menunjukan laju pemulihan pada pasar tenaga kerja di AS, akan tetap menjaga penguatan dolar AS akibat skenario pengurangan stimulus semakin kuat.
Non-farm payrolls AS sudah diprediksi tumbuh ke 162 ribu dan kemungkinan akan direvisi lebih tinggi menjadi 170 ribu dari seblumnya 175 ribu. "Sebab, tenaga kerja ADP dan sektor jasa menguat,
Hanya saja, karan semalam AS libur, sentimen akan bergeser pada hasil rapat European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE). "Ini terkait dengan kecemasan pasar atas lonjakan yield obligasi Portugal,
Menurut Christian, pasar merespons komentar Presiden ECB Mario Draghi semalam untuk bisa mengembalikan keyakinan pasar terhadap zona euro. "Krisis politik pascapengunduran diri Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri yang menimpa Portugal menyebabkan seluruh kawasan zona euro menjadi berisiko dan memicu kekacauan di pasar obligasi lagi. Ini dikombinansikan dengan data ekonomi yang variatif. Pasar perlu mendapat kejelasan lebih lanjut dari bank sentral,
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
Posted in: