.png)
Minggu ini, IHSG berada dalam fase koreksi yang lebih dalam dari yang diprediksikan. Pelemahan ini ditunjang banyak faktor yang sudah kita ketahui bersama, yang secara singkat adalah akibat penguatan mata uang asing, yang menyebabkan pelemahan pada rupiah kita. Sayangnya pula, pelemahan tersebut tidak mampu kita redam karena tingkat inflasi dalam negeri juga sedang berada dalam kondisi yang tinggi. Oleh karena itu, maka cadangan anggaran untuk melakukan stabilisasi mata uang Rupiah semakin berkurang pula. Belom lagi ditambah dengan berbagai issue mengenai kebijakan yang sekiranya akan ditempuh oleh The Fed. Ini semua memperparah wajah bursa kita menjadi semakin murung.
Pemerintah pun segera melakukan tindakan defensif untuk mencegah agar nilai tukar Rupiah menjadi semakin terbenam. Diantaranya adalah membuat berbagai kebijakan Perbankan, layanan usaha, dan perpajakan dengan harapan agar iklim dunia usaha dan industri masih bisa bernafas untuk sementara waktu. Kebijakan ini mendapat respons yang cukup baik dari pelaku pasar, sehingga dalam 2 hari kemarin, IHSG masih cukup terbantu dalam membatasi penurunan lebih jauh.
Pada hari ini, Jumat tanggal 23 Agustus 2013, IHSG akhirnya ditutup di teritori negatif, yaitu pada level 4.161,855 setelah sebelumnya masih mencoba menguat pada sesi perdagangan pertama. Namun pelemahan ini terjadi di hari Jumat, sehingga menimbulkan reaksi netral, mengingat bahwa para pelaku pasar seringkali melakukan aksi profit taking di akhir minggu. Sehingga penurunan ini dianggap masih berada dalam batas wajar.
Untuk sepekan ke depan, IHSG masih tetap akan berada di bawah tekanan. Namun sebagai efek lanjutan hari ini, IHSG masih berpotensi untuk menguat di tengah sentimen positif bahwa pemerintah akhirnya lebih memilih untuk lebih memperhatikan dunia usaha dan industri yang menjadi tulang punggung perekonomian di negeri kita.
Akan tetapi dengan beberapa kali IHSG melakukan gap down yang nilai quantum-nya cukup jauh maka tekanan atas IHSG pun menjadi semakin berat. Dan masih sangat berpotensi untuk mengalami penurunan di masa yang akan datang. Agar lebih jelasnya, kami mencoba membuatkan track IHSG untuk hingga sebulan ke depan.

Untuk perdagangan minggu depan, karena kenaikannya berbarengan, maka seharusnya semua sektor mengalami kenaikan sementara untuk mencoba menembus resisten 4,259. Tetapi ada beberapa sektor yang akan memiliki kekuatan lebih untuk menjadi penyangga. Seperti misalnya sektor Banking dan Consumer yang sepekan terakhir tertekan cukup dalam, seharusnya minggu depan cukup bisa diandalkan untuk menjadi lokomotif pergerakan IHSG. Selain itu sektor Energi, Pertambangan dan Logam Mulia juga masih berada dalam siklusnya sehingga masih cukup bisa diandalkan. Sedangkan dari grup korporasi, kita bisa berharap lebih kepada Bakrie Group untuk bisa menjadi penjaga gawang terakhir index saham gabungan kita. Karena Group Bakrie ini adalah Group terakhir yang belum mendapatkan giliran untuk menunjukkan taringnya sejak beberapa waktu yang lalu.
Baiklah... untuk sementara demikian dahulu ya teman - teman.
Intinya sih yang sedang kita hadapi saat ini, masih belum ada apa - apanya dibandingkan nanti yang akan di depan. Nyang onohhh jauh lebih serem...
Sementara trading ketat jangka pendek lebih disarankan.
Gunakan Trailing stop dan Cut Loss dalam setiap Trading Plan.
Posted in: