Mumpung lagi turun harganya (menjadi Rp11.350), inilah saatnya bagi Anda untuk mengkoleksi saham PT Telkom (TLKM). Maklum, untuk saat ini TLKM termasuk saham yang paling seksi di kelasnya.
Pada semester I yang baru lalu ia berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,68% menjadi Rp12,68 trilliun. Sangat berbeda dengan pesaing terdekatnya, PT Indosat (ISAT) dan XL Axiata (EXCL).
ISAT pada periode yang sama masih mencatatkan kerugian sebesar Rp231,2 miliar. Sementara EXCL berdasarkan laporan keuangannya mengalami penurunan laba bersih sebesar 54,13% menjadi Rp640,43 miliar.
Itulah yang membuat TLKM tampak lebih menawan dibanding operator lainnya. Apalagi BUMN ini kaya akan aksi korporasi. Belum lama ini PT Telkom Sigma, anak usahanya, telah mengakuisisi pusat data (data center) IBM di Sentul, Bogor seluas 4.000 m pada Agustus 2012. TLKM menargetkan pusat datanya bertambah menjadi 24.000 m dengan membidik kota lain, seperti Tangerang, Surabaya dan Balikpapan.
Lantas, awal Juni 2013, manajemen mengungkapkan niat CT Corp untuk masuk ke Telkomvision, anak usaha TLKM. Perjanjian awalnya, CT Corp akan memegang 80% saham Telkomvision dan sisanya masih milik TLKM.
Makanya, John Veter, pengamat pasar modal, merekomendasikan buy untuk saham ini. Ia menargetkan harga Rp14.000 hingga akhir tahun dan Rp13.000–13.500 hingga akhir kuartal III
Posted in: