Sentimen Jackson Hole Dera Rupiah

Headline

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (26/8/2013) ditutup melemah 70 poin (0,64%) ke posisi 10.840/10.850 dari posisi kemarin 10.770/10.780.

Analis senior Monex Investindo Futures, Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah memang masih disebabkan oleh kecemasan para investor terkait potensi berakhirnya stimulus bank sentral AS, The Fed pertengahan tahun depan.

Selain itu, lanjut Christian, dari dalam negeri belum ada katalis positif. Para investor masih menunggu data-data inflasi dan Indeks Manufaktur PMI dari dalam negeri yang akan dirilis pekan depan.

"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 10.875 dengan level terkuat 10.780 dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu,

Menurut dia, pasar mencemaskan, inflasi Agustus ini lebih buruk dari inflasi Juli yang secara tahunan mencapai 8,61%. Untuk Agustus, memang belum ada konsensus inflasi di angka berapat. "Tapi, jika melihat perkembangan harga di pasar, inflasi tampak masih menanjak sehingga berisiko melebihi inflasi tahunan bulan Juli

Sementara itu, lanjut dia, jika manufaktur dirilis di bawah publikasi sebelumnya 50,7, akan memberikan sentimen negatif tambahan bagi rupiah. "Jadi, para investor masih mengikuti sentimen sebelumnya yang masih negatif karena minimnya katalis positif yang baru dari dalam negeri,

Lebih jauh dia menjelaskan, sentimen dari AS, simposium Jackson Hole akhir pekan lalu menunjukkan adanya himbauan bahwa kebijakan stimulus The Fed untuk diakhiri. "Meskipun, dilakukan secara gradual atau tidak terlalu agresif agar tidak terlalu berpengaruh buruk pada pasar di negara-negara berkembang,

Hanya saja, kata dia, pada dasarnya terdapat beberapa presentasi dari ekonom di Jackson Hole yang menunjukkan bahwa efek positif dari stimulus sudah mulai berkurang sehingga sebaiknya mulai dikurangi porsinya.

Kondisi ini, kata dia, semakin menguatkan ekspektasi pasar bahwa akhir dari stimulus The Fed sudah semakin dekat. "Beberapa pejabat The Fed di Jackson Hole masih menegaskan komitmennya, jika data ekonomi AS membaik sesuai ekspektasi, pengurangan stimulus akan dilakukan tahun ini,

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,05% ke 81,44 dari sebelumnya 81,41. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3373 dari sebelumnya US$1,3378 per euro,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons