Aksi korporasi yang dijalankan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yakni memecah nilai nominal sahamnya (stock split) dengan rasio 1:5 atau dari Rp 250 menjadi Rp 50 per saham mendapat respon positif dari investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo mengatakan, perdagangan saham dengan nilai nominal baru saja dimulai pada Rabu (28/8/2013). Alhasil, saham TLKM berhasil ditutup naik 6,17% hingga akhir penutupan perdagangan BEI Rabu kemarin. Saham TLKM naik di level Rp2.150 per saham dibanding harga pembukaan di hari yang sama sebesar Rp2.025 per saham.
"Pemecahan nilai nominal saham ini diharapkan mampu meningkatkan transaksi perdagangan saham Telkom karena harganya jadi lebih terjangkau," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/8/2013) malam.
Penambahan jumlah saham beredar melalui stock split, kata Arif, diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan membuka kesempatan bagi investor ritel untuk berinvestasi di saham perseroan. Sepanjang periode 30 hari terakhir, harga rata-rata saham TLKM mencapai Rp11.591 per saham. "Diharapkan volume perdagangan akan meningkat dan makin likuid. Ini juga akan mendorong kenaikan dari return saham," ujar Arif.
Lebih lanjut dia mengatakan, persentase kenaikan harga saham TLKM melebihi peningkatan Indeks Saham Infrastruktur dan utilitas yang hanya sebesar 1,44%, bahkan melebihi kinerja indeks saham gabungan (IHSG) yang meningkat hanya sebesar 1,47%.
Posted in: