Di Bawah VWAP 21, Kans IHSG Turun Masih Besar

Headline

Volume-Weighted Average Price (VWAP) 21 dari IHSG adalah di 4.349,34. Karena itu, kans indeks untuk turun masih besar.
Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securities mengatakan hal itu kepadaINILAH.COM. Menurut dia, selama level tersebut belum terpatahkan, IHSG masih rawan koreksi-koreksi.
Di sisi lain, jika IHSG mampu menguat dan menembus 4.349,34 yang merupakan VWAP-21-nya, tren IHSG sudah berubah. “Tren menjadi bullish, saya sarankan tinggal pilih saham-saham dari kelompok LQ45 yang bluechips saja,
Pada perdagangan Senin (2/9/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 93,86 poin (2,24%) ke posisi 4.101,233. Intraday terendah 4.061,639 dan tertinggi 4.206,95.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Mengawali pekan, IHSG melemah 2,24% ke 4.101. Bagaimana penjelasannya secara teknikal?
Secara teknikal, IHSG memang telah mengalami pembalikan arah menguat sejak Kamis (29/8/2013) di mana indeks menembus 80% Bollinger band. Lalu, kenaikan Jumat (30/8/2013) dipicu oleh faktor penutupan bulan Agustus. Secara historis, terjadi tarikan-tarikan yang cukup banyak. Contohnya, saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang level terendahnya di Rp4.975 dan tutup di Rp5.400. Namun demikian, IHSG sebenarnya masih dalam kondisi tertekan karena masih down trend. Karena itu, wajar jika awal pekan indeks didera aksi profit taking.
Apa penjelasan teknikalnya yang menunjukkan IHSG masih dalam down trend?
Volume-Weighted Average Price (VWAP) 21 dari IHSG adalah di 4.349,34. Jika IHSG mampu tutup di atas 4.349,34 ini menunjukkan perubahan tren. Tren untuk jangka yang sangat pendek memang sudah pulih pada akhir-akhir pekan lalu. Tapi, untuk jangka menengah dan panjang, trennya masih bearish. Jika tembus 4.349, tren IHSG berubah karena sudah mematahkan tren bearish-nya. Selama level tersebut belum terpatahkan, IHSG masih rawan koreksi-koreksi.
Selain indikator VWAP21?
Kemudian, jika menggunakan Fibonacci Retracement, kita tarik IHSG dari tertingginya 5.251 dan terendahnya 3.837, berada di 23,6%. 100%-nya di 5.251 dan terendahnya 3.837. Karena itu, Fibonacci retracement 23,6%, selanjutnya menuju ke arah 38,2% atau 4.377,8 untuk target penguatan IHSG dan 61,8% di 4.711.
Secara teknikal, kemungkinan IHSG tidak akan langsung menuju 4.711. Karena itu, 4.377 menjadi test yang bagus. Pada kisaran tersebut, ada level terendah pada 28 Juni 2013 di 4.373,38. Level ini mengantarkan IHSG pada box IHSG dalam kisaran mingguan 4.373,38 (box bawah) dan box atas di 5.251.
Bagaimana jika IHSG tidak mampu kembali ke atas 4.373?
Jika IHSG tidak mampu kembali ke atas 4.373, kemungkinan besar, IHSG akan kembali melemah. Selama IHSG belum tembus 4.373, posisi saham kita hanya untuk trading jangka pendek.
Bagaimana dengan horison hingga akhir pekan ini?
Jika kita bicara hanya sepekan ke depan, IHSG sangat bagus jika bisa melewati 4.299 atau 4.300. Sebab, angka tersebut merupakan mid price dua pekan lalu dan mid price pekan kemarin adalah 4.017. Dalam sepekan ke depan, jika IHSG belum mampu melewati 4.299 atau 4.300 kemungkinan besar IHSG masih rentan terkoreksi. Sebaliknya, jika 4.299 ditembus sebagai resistance pertama, target resistance kedua adalah 4.375.
Di sisi lain, support IHSG sepekan ke depan, mengunakan mid poin pekan lalu di 4.017. Support selanjutnya yang sangat kuat adalah di 3.837 yang merupakan level terendah Rabu (28/8/2013).
Saham-saham pilihan Anda?
Saham-saham pilihan untuk trading jangka pendek dalam sepekan ke depan adalah, PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG), beli dengan target harga Rp33.550-35.800. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), beli dan tambah beli jika menguat menembus Rp5.400 dan target berikutnya Rp5.750-6.000. PT Kalbe Farma (KLBF), boleh beli dengan target harga Rp1.510-1.600 dalam sepekan ke depan.
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), beli dan target harga Rp12.900-13.200. PT AKR Corporindo (AKRA) yang baru naik, boleh beli. Jika masih berada di atas Rp4.000, target harga berikutnya adalah Rp4.500.
Saham-saham itu saja yang saya rekomendasikan. Sebab, beberapa saham yang sudah jenuh beli kemungkinan akan mengalami koreksi wajar pekan ini. Itupun hanya untuk trading jangka pendek.
Bagaimana jika IHSG ternyata menguat dan mampu menembus 4.349?
Jika IHSG mampu menguat dan menembus 4.349,34 yang merupakan VWAP-21-nya, tren IHSG sudah berubah. Tren menjadi bullish, saya sarankan tinggal pilih saham-saham dari kelompok LQ45 yang bluechips saja.
Sebab, kans kenaikannya jauh lebih cepat. Sebaliknya, jika masih di bawah VWAP 21 hari, kans indeks untuk turun masih besar. Jika VWAP semakin turun, diharapkan kenaikan IHSG semakin tinggi. Itulah yang disebut golden cross. Jika ini yang terjadi, kesempatan untuk mencari saham yang volatile-nya tinggi dari saham bluechips.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons