Berikut ini adalah sebuah studi kasus mengenai seorang trader yang sedang berjuang melipatgandakan kekayaannya di bursa saham Indonesia. Sebut saja namanya "Bunga".
Suatu hari Bunga melakukan Entry pada Saham A. Satu jam kemudian, saham B terlihat ditransaksikan banyak sekali. Layar pun penuh karena transaksi beli Saham B yang sangat banyak itu. Saham A malah turun 2 step. Bunga kemudian cutloss saham A pada step ke tiga dibawah harga beli. Lalu melakukan entry pada saham B yang sudah naik 4 step. Memasuki sesi ke dua, saham B diguyur habis - habisan. Posisi sekarang malah minus merah 2 titik dibawah harga buka, jadi 6 step dibawah harga Entry. Bunga pun Panik... Lalu cut loss lagi pada step ke 7 dari harga Entry. Tak lama, harga saham B diguyur turun lagi sampai -5%. Legaaaa... Bunga pun lalu melirik kiri dan kanan.
Setelah mencari bocoran kiri dan kanan, ternyata semua orang sedang bersorak kegirangan karena saham C sudah naik sampai 10% pada hari itu. Nafsu Bunga pun seketika menggelegak, lalu menghajar kanan saham C. 30 menit menjelang penutupan... Saham C ternyata malah menurun sampai +5%. Artinya si Bunga sudah rugi lagi 5%. Akhirnya dengan wajah penuh amarah dan mata berkaca - kaca... Bunga kembali melakukan Cut Loss pada saham C.
Tangis Bunga tak mampu terbendung lagi tatkala ternyata saham C ditutup pada harga +15% dari harga bukanya.... Sudah berakhirkah penderitaan Bunga...?
Di sesi pertama perdagangan keesokan harinya. Ternyata saham A sudah AR kanan hanya dalam satu jam pertama perdagangan...
Posted in: