BEI Awasi Transaksi Saham PLIN
Hal ini karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (unusual market activity/UMA). Demikian menurut Irvan Susandy, Kadiv Pengawasan Transaksi Saham di BEI, Jumat (8/3/2013)..
Saham BKSL, Top Foreign Sell Jumat (8/3/2013)
Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi top foreign sell mencapai 88,5 juta saham dari volume perdagangan 348,7 juta saham senilai Rp113,8 miliar..
Bursa AS Masih Bisa Cetak Rekor Lagi
Bursa saham AS berpotensi positif pada perdagangan Jumat (8/3/2013). Investor menunggu data pekerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan ekonomi di bulan Februari..
Ulasan Sepekan Aksi Beli Asing Ramaikan Penguatan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini mengalami kenaikan 44,68 poin (1,06%) atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 17,42 poin (0,42%).
Peningkatan juga diikuti indeks utama lainnya yang menguat, seperti IDX30 naik 1,36%, indeks JII meningkat 1,21% dan MBX menguat 1,13%. Sedangkan, indeks konsumer naik 2,05%, indeks manufaktur menguat 1,67% dan indeks properti naik 1,52%. Di sisi lain, indeks pertambangan masih di zona merah dengan pelemahan 2,28%.
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, secara mingguan IHSG masih dapat mencatatkan nilai positifnya. Imbas penguatan pasar saham global jelang akhir tahun dan rilis membaiknya defisit neraca perdagangan serta inflasi meski meleset dari target pemerintah, turut menopang penguatan IHSG sepanjang pekan kemarin.
"Tidak hanya itu, laju rupiah yang dapat menguat tipis turut berkontribusi positif terhadap IHSG. Sepanjang pekan kemarin, asing melakukan aksi beli senilai Rp888,54 miliar lebih baik dari pekan sebelumnya yang nett sell sebesar Rp4,67 triliun,
Menurut Reza, pada awal pekan kemarin terlihat pelaku pasar masih memanfaatkan minimnya waktu perdagangan untuk melakukan trading pendek, meskipun sebagian pelaku pasar masih bertahan dan ada juga yang mulai melakukan profit taking maupun hanya wait & see.
"Asingpun juga ikut meramaikan aktivitas perdagangan dengan melakukan nett buy jelang akhir tahun," ujar Reza.
Para pelaku pasar beberapa waktu ini, kata Reza, menyimpan optimisme kondisi pasar modal tanah air akan membaik sambil memanfaatkan juga masih rendahnya harga-harga saham. Selain itu, dengan dirilisnya inflasi yang di bawah level psikologis pelaku pasar dan surplusnya neraca perdagangan Indonesia menambah sentimen positif.
Meski laju Rupiah melemah, dapat diimbangi dengan positifnya sebagian besar bursa sahamAsia dan kembalinya nett buy asing.
"Tetapi, di akhir pekan laju IHSG kembali melemah seiring imbas negatifnya laju bursa saham global sehingga dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali profit taking,
Ekspor akan Topang Kinerja Semen Indonesia
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berpotensi mengalami kenaikan penjualan dengan peningkatan ekspor ke negara-negara di Asia.
Perseroan akan meningkatkan ekspor menjadi 500.000-1.000.000 ton, melonjak dari realisasi 2013 sebesar 300.000-400.000 ton. Angka ini melonjak dari realisasi 2013 sebesar 300.000-400.000 ton guna mendongkrak pendapatan perseroan.
"Dengan pasar ekspor di negara-negara Asia yang potensial, kami melihat peningkatan target ekspor diharapkan dapat tercapai dan memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja keuangan perseroan," demikian mengutip hasil riset KDB Daewoo Research, Jumat (3/1/2014).
Untuk kinerja ekspor SMGR selama ini ditopang oleh sejumlah anak usahanya seperti PT Semen Padang dan Thang Long Cement Company (TLCC) Vietnam. Pihak perseroan menyatakan pasar ekspor dapat dikembangkan lebih tinggi lagi. Apalagi dengan posisi geografis sejumlah pabrik Semen Indonesia yang strategis.
Tapering Fed Lanjutan Gerus Rupiah
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (27/12/2013) diprediksi melemah terbatas. Tapering Fed lanjutan jadi pemicunya.
Analis senior Monex Investindo FuturesZulfirman Basir mengatakan, secara umum, karena banyak pelaku pasar yang libur Natal dan Tahun Baru, rupiah tidak akan mengalami pergerakan yang berarti. Namun demikian, kata dia, hingga akhir 2013, akan ada data AS yang dirilis sehingga bisa menjadi penentu arah rupiah.
Sebab, kata dia, data ekonomi AS akan menjadi indikasi seberapa agresif tapering The Fed pada 2014. "Karena itu, rupiah cenderung melemah terbatas dalam kisaran 12.170 hingga 12.220 per dolar AS,
Lebih jauh Firman menjelaskan, pada Selasa (24/12/2013) malam sudah dirilis data durablegood orders dan penjualan rumah AS yang sudah diprediksi membaik. "Kondisi ini tentu mendukung tapering Fed lebih lanjut sehingga masih bisa memberikan tekanan negatif untuk rupiah," ujarnya.
Hanya saja, di sisi lain, Kamis (26/12/2013) AS merilis data klaim pengangguran yang sudah diprediksi mengalami kenaikan tipis sehingga bisa mengurangi kecemasan tapering lebih lanjut. "Namun demikian, secara umum data AS masih mendukung ekspektasi berlanjutnya pemulihan ekonomi AS dan menopang ekspektasi berakhirnya stimulus pada 2014. Karena itu, dolar AS cenderung kuat," tandas dia.
Tapi, kata dia, pelemahan rupiah tidak akan terlalu tajam karena mayoritas pelaku pasar sudah libur. Pergerakan rupiah pun idak akan terlalu fluktuatif meski dibayangi tapering Fed lebih lanjut.
Apalagi, menurut dia, pasar juga menunggu data ekonomi dalam negeri yang akan dirilis 2 Januari 2014. Pasar ingin melihat, apakah ada perbaikan kondisi ekonomi atau tidak. "Rupiah cenderung melemah tapi tidak akan banyak mengalami pergerakan karena faktor libur," timpal dia.
Pengaruh ke pasar yang paling besar berpeluang terjadi awal 2014 kalaupun data AS cenderung positif hingga akhir 2013. "Rupiah cenderung bergerak pada kisaran 12.200 per dolar AS. Rupiah belum mendapat katalis positif hingga pasar mendapat data ekonomiIndonesia awal 2014," papar dia.
Lebih jauh dia menjelaskan, jika hanya memfaktorkan ekonomi AS cukup positif untuk dolar AS. Apalagi, data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal III-2013 revisi terakhir naik ke 4,1% dari prediksi 3,6%. "Begitu juga dengan data belanja konsumen dan sentimen konsumen AS," ucapnya.
Keagresifan tapering Fed lebih lanjut, kata dia, akan tergantung pada membaiknya kondisi ekonomi AS. "Program pembelian obligasi pun akan diakhiri pada akhir 2014. Pertengahan 2013, Gubernur The Fed sudah mensinyalkan program pembelian obligasi bisa berakhir pada pertengahan 2014," tuturnya.
Sejauh ini, menurut Firman, pasar memprediksi, meski stimulus itu tidak dihentikan pada pertengahan tahun depan, akan benar-benar dihentikan pada akhir 2014. "Secara umum, tapering The Fed berpeluang berlanjut,"
Total pembelian obligasi Fed terakhir sebesar US$75 miliar. Karena itu, angkanya bisa dikurangi yang keputusannya hampir akan terjadi pada setiap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hingga programnya berakhir. "Sebab, tapering memang tidak bisa berlanjut selamanya,"
Dia menegaskan, kalau kondisi ekonomi AS terus membaik atau setidaknya stabil, pembelian obligasi berakhir di penghujung 2014. "Belum lagi, awal 2014 akan ada rotasi pimpinan voter kebijakan pada FOMC dan Gubernur Fed yang baru,
Meski Gubernurt Fed yang baru, Janet Yellen cenderung dovish (pro-moneter longgar), ada dua petinggi Fed yang menjadi voter baru. Dua voter ini cukup hawkish (pro moneter ketat). "Karena itu, mayoritas anggota voter FOMC pada 2014 cenderung hawkish. Walaupun, Gubernur The Fed baru Janet Yelen masih cenderung dovish,"
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 12.240/12.255 dari posisi terkuatnya 12.190 yang merupakan level penutupan dari posisi pembukaan 12.220 per dolar AS
Inilah Cara OJK Kembangkan Pasar Obligasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mengembangkan pasar surat utang atau obligasi dengan cara berkordinasi dengan Kementerian Keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, OJK berusaha meningkatkan jumlah perusahaan yang memanfaatkan pasar modal melalui penerbitan obligasi serta meningkatkan likuiditas pasar obligasi.
"OJK melakukan kerja sama pengembangan pasar obligasi dengan World Bank serta melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan," kata Muliaman beberapa waktu lalu.
Koordinasi dengan DJPK, kata Muliaman, berupa perumusan dan evaluasi terkait penerbitan obligasi daerah oleh Pemerintah Daerah (Pemda), peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Pemda dalam rangka persiapan penerbitan obligasi daerah, dan sosialisasi kepada Pemda dalam rangka peningkatkan pemahaman tata cara penerbitan obligasi daerah.
"Sampai saat ini, Kementerian Keuangan bersama OJK telah melakukan sosialisasi kepada Pemda di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya dalam rangka peningkatan pemahaman tentang tata cara penerbitan obligasi daerah,
Inilah Penopang Penguatan Indeks S&P
Indeks S&P diWall Street terdongkrak kinerja saham-saham teknologi seperti Facebook Inc, Twitter Inc dan Yahoo Inc.
Pada bulan Desember 2013 ini, indeks S&P telah reli 1,5% sehingga sangat positifuntuk saham berbasis internet. Pada perdagangan Kamis (26/12/2013) setelah liburan Natal, dapat menjadi pembuktian saham-saham tersebut akan reli lagi pada perdanganan akhir tahun 2013 ini.
Saham Facebook yang bernaung di indeks S&P telah naik 0,16%. Kenaikan ini menjadi salah satu pemain terbaik di bulan Desember dengan kenaikan 23%. Sepanjang tahun 2013 ini telah mencatatkan kenaikan 118%.
Pada hari Selasa (24/12/2013) saham Facebook ini telah mengukir penguatan untuk 52 pekan sebagai kenaikan tertinggi baru US$58,58 per saham.
Untuk saham Twitter setelah melantai perdana pada 7 November 2013 dengan harga US$44,9 telah reli mencapai 56 persen. Pada perdagangan Selasa kemarin, saham dengan kode TwTr ini sudah menembus US$7-,87 sebelum berakhir di US$69,96.
Saham ini memberikan keuntungan hampir 17 persen dalam dua hari perdagangan sebelum Natal. Pemicunya dengan pernyataan Co-Founder, Jack Dorsey juga menjadi komisaris di Walt Disney Co.
Untuk saham Yahoo Inc dalam 52 pekan menguat 10 persen. Untuk sepanjang tahun ini telah naik 105% dengan harga penutupan hari Selasa kemarin di US$40,85 per saham.
Masalah Pokok Bursa Saham adalah UU Minerba
UU Minerba yang akan berlaku 2014 dinilai menjadi masalah pokok bagi bursa saham. Mengapa?
Pengaat pasar modal Sem Susilo mengatakan, jika UU Minerba No 4 2009 tersebut dipaksa diterapkan, baru sekitar 30-40% yang siap dengan smelternya sehingga akan memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Karena itu, bahkan ditengarai tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusuhan massal pula.
Akibatnya, ekspor pun akan menurun yang akan diiringi dengan peluang anjloknya nilai tukar rupiah yang juga berimbas negatif pada IHSG. Namun, kata dia, untuk investasi jangka panjang, tidak masalah belanja saham secara bertahap sekarang terutama untuk saham-saham non-komoditas karena sudah berada di bawah valuasi normalnya. “Untuk tradingjangka pendek, tetap fokus pada saham-saham di sektor komoditas,” katanya kepadaINILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (20/12/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 36,42 poin (0,86%) ke posisi 4.195,556. Intraday terendah 4.180,812 dan tertinggi 4.230,606.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buydengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Mengakhiri pekan lalu, IHSG melemah 0,86%. Apa yang terjadi?
Karena sebagian pelaku pasar sudah persiapan liburan. Selain itu, rupiah masih melemah.
Selain faktor libur dan pelemahan rupiah?
Masalah yang paling pokok bagi bursa saham sekarang adalah Undang-Undang Minerba. Kalau hanya pelemahan rupiah sebagai efek dari penguatan dolar AS akibat tapering Fed, itu tidak terlalu prinsip. Sebab, pulihnya ekonomi AS justru akan mendorong kenaikan harga-harga komoditas. Harga komoditas naik, rupiah melemah akan menghasilkan devisa yang cukup banyak. Dari sisi ini, cukup imbang.
Apa masalahnya dengan Undang-undang Minerba?
Yang jadi masalah sekarang adalah UU Minerba No 4 tahun 2009. Jika dipaksakan diterapkan 100% tanpa kompromi, akan berdampak pada anjloknya penerimaan negara. Karena itu, anggaran APBN 2014 akan defisit. Sebab, smelter pada berbagai perusahaan minerba belum siap. Baru siap kemungkinan 30-40%.
Perushaan-perusahaan besar harus stop produksi karena smelter-nya belum siap. Newmont,Freeport belum siap. Ini akan berdampak luar biasa dan rupiah akan semakin melemah. Jadi, intinya pada UU Minerba itu.
Apa risikonya jika UU Minerba diterapkan secara paksa?
Rupiah bisa melemah ke 13.000 per dolar AS. Tapi, jika UU tersebut mengalami kompromi, IHSG akan terus bangkit. Sebab, secara fundamental, Indonesia tidak terlalu masalah. Jika harga komoditas naik, Indonesia merupakan rumah emiten-emiten di sektor komoditas.
Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG hingga 2013 berakhir?
Arah IHSG hingga akhir 2013, sudah tidak begitu banyak berubah. Kalaupun terjadi koreksi, tidak akan terlalu jauh. Sebab, sektor komoditas tetap dilihat positif seiring pelemahan nilai tukar rupiah dan harga komoditas yang naik. Sementara itu, saham-saham di sektor non-komoditas sudah berada di bawah valuasi normalnya. Mau turun pun, sudah terbatas.
Outlook Anda untuk 2014?
Untuk 2014, laju IHSG sangat tergantung pada UU Minerba karena sangat menentukan. Faktor tapering off The Fed itu tidak seberapa. Buktinya, saat Fed mengumumkan tapering, IHSG sempat melaju positif. UU Minerba sudah ada sejak tahun 2009. Kenapa selama 4 tahun, pemerintah dan DPR tidak bekerja apa-apa. Mereka tidak mengawal masa transisi supaya UU Minerba bisa diterapkan dengan mulus.
Jika 2014 diterapkan 100%, semua orang tidak siap. Freeport dan Newmont saja bisa PHK 150 ribu orang. Ini bisa memicu kerusuhan massal. Saya tidak tahu apakah ini faktor politik atau ekonomi. Yang jelas, kalau diterapkan UU Minerba akan berat.
Bagaimana jika terjadi kommpromi atau UU Minerba tidak diterapkan tahun depan?
Jika UU Minerba tidak diterapkan, IHSG akan melewati 2014 dengan baik. Sebab, PT Aneka Tambang (ANTM) sendiri belum siap, padahal BUMN. Antam sendiri baru siap tahun 2015. Apalagi, tambang-tambang kecil memang tidak bisa membuat smelter karena nilai usahannya pun kecil yang seharusnya dibuatkan oleh pemerintah. Tapi, pemerintah tidak melakukannya. Tiba-tiba distop, sehingga bangkrut semua. Jadi, yang krusial bukan di tapering, pemilu dan rupiah, melainkan UU Minerba.
Faktor pemilu, bisa Anda elaborasi?
Pemilu 2014 justru banyak yang mengharapkan untuk segera ganti kepemimpinan. Sebab, yang sekarang benar-benar membosankan, menjenuhkan dan menjengkelkan. Orang berharap segera ganti presiden yang lain. Sebab, Indonesia luar biasa dan punya segalanya untuk menjadi negara besar.
Level support dan resistence IHSG hingga akhir 2013?
Hingga akhir 2013 tidak akan jauh dari level-level sekarang, support IHSG berada di level 4.000 dan resistance di 4.300.
Dalam situasi ini, apa saran Anda untuk para pemodal?
Untuk investasi jangka panjang, tidak masalah belanja saham secara bertahap sekarang terutama untuk saham-saham non-komoditas karena sudah berada di bawah valuasi normalnya. Tapi, jangan beli sekaligus. Dengan konsep Piramid tiga kali atau tiga tahap pembelian, turun 10-20% beli. Turun lagi, beli lagi dengan jumlah yang lebih besar untuk dipanen setelah pemilu 2014.
Sebab, pemimpin baru akan memberi harapan baru. Kuncinya, harus saham-saham berfundamental dan manajemen bagus di sektor properti, konstruksi dan lain-lain. Lebih disarankan di saham-saham BUMN saja. Jika UU Minerba bisa ditahan atau ada kompromi, setelah pemilu 2014 saham-saham non-komoditas sudah bangkit. Semua saham non-komoditas yang fundamentalnya bagus bisa dikoleksi perlahan.
Bagaimana dengan trader jangka pendek?
Untuk trading jangka pendek, tetap fokus pada saham-saham di sektor komoditas. Sebab, pemulihan ekonomi AS dan dunia membutuhkan komoditas yang lebih besar seperti Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara. Apalagi, rupiah cenderung bertahan melemah di kisaran 12.000 per dolar AS yang juga menguntungkan sektor komoditas.
Spesifik saham-saham pilihan Anda untuk trading?
Saham pilihan di sektor komoditas adalah PT Vale Indonesia (INCO) di sektor pertambangan, karena harga komoditas cenderung naik dan dari sisi smelter-nya, INCO lebih siap. Di sektor perkebunan, PT London Sumatera (LSIP) seiring valuasinya yang masih rendah, manajemennya bagus, dan utangnya kecil. Di sektor batu bara, yang bagus PT Adaro Energy (ADRO). Hanya saja, yang perlu diperhatikan dari ADRO, pada 2014 terkena rencana tarif royalty baru. Ini harus dipertimbangkan pemodal.
HD Finance Tambah 11 Jaringan Cabang
PT HD Finance Tbk (HDFA) pada 2014 akan menambah 11 jaringan cabang, guna meningkatkan pembiayaan baru di segmen kendaraanroda dua dan empat.
Direktur Utama PT HD Finance Tbk, Evy Indahwaty mengatakan, adanya penambahan 11 cabang baru ini maka pada tahun depan perseroan memiliki jaringan cabang sebanyak 42 cabang.
"Kita akan buka di Jabodetabek dan Banten. Sementara investasi satu jaringan cabang sebesar Rp800 juta yang bersumber dari kas internal," kata Evy saat paparan publik di Jakarta, akhir pekan ini.
Menurut Evy, 11 cabang baru ini akan terdiri dari 6 cabang untuk pembiayaan motor baru dan bekas. Sedangkan 5 cabang lagi untuk pembiyaan mobil bekas. "Pembiayaan mobil bekas baru akan kita mulai tahun depan. Kita masuk mobil bekas karena pasar mobil bekas tinggi dan kita sudah memiliki koneksi dengan deler mobil bekas," ujar dia.
Lebih lanjut Evy mengatakan, pada tahun depan perseroan membidik pertumbuhan pembiyaan baru untuk otomotif sebesar 35% dari estimasi sepanjang 2013 sebesar Rp1,27 triliun. "Sepertinya, tahun depan tidak ada lagi tekanan kenaikan BI Rate. Sehingga pembiyaan baru akan tumbuh lebih besar dibandingkan tahun ini," tutur Evy.
Sepanjang tahun ini perseroan optimis dapat meraih laba bersih sebesar Rp16,21 miliar atau naik 8% dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,02 miliar. Target pembiyaan baru sepeda motor secara unit meningkat 28% menjadi 121.756 unit. "Untuk 2013 pembiyaan motor baru masih mendominasi, yaitu sebesar 95.264 unit dan motor bekas sebanyak 26.492 unit
Inilah Saham Pilihan Senin (23/12/2013)
Laju IHSG Senin (23/12/2013) diprediksi masih diwarnai aksi ambil untung pada support 4.168-4.185 dan resistance 4.215-4.235. Inilah saham-saham pilihannya.
Pada perdagangan Jumat (20/12/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 36,42 poin (0,86%) ke posisi 4.195,556. Intraday terendah 4.180,812 dan tertinggi 4.230,606.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buydengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Reza Priyambada, kepala riset Trust Securities mengatakan, pelaku pasar merasakan eforia dari hasil keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang baru akan mempertimbangkan melakukan tappering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya.
“Setelah itu, laju IHSG pun terimbas laju pelemahan bursa saham Asia yang juga terimbas penurunan laju bursa saham AS dengan mulai adanya aksi ambl untung jelang libur Natal,
Imbas tersebut membuat pelaku pasar pasang aksi jual sehingga menghadang potensi kenaikan lanjutan IHSG. “Seolah berada di dua sisi sentimen di mana hasil keputusan The Fed tersebut memberikan sentimen positif namun, di sisi lain makin melemahnya nilai tukar Rupiah memberikan sentimen negatif
Lebih jauh Reza memperkirakan, pada perdagangan Senin (23/12/2013) IHSG berada pada support 4.168-4.185 dan resistance 4.215-4.235. “Indeks berpola menyerupai evening star di bawah middle bollinger bands (MBB),
Moving Average Convergence Divergence (MACD) tertahan uptrend dengan histogram negatif yang mendatar. The Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan upreversal.
Reza menjelaskan, IHSG kembali masuk dalam target support 4.186-4.215 yang memperlihatkan dorongan jual masih mendominasi. “Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya,
Rupiah Segera di Level Terlemah Lima Tahun
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (20/12/2013) diprediksi melemah. Euforia tapering Fed masih jadi pemicunya.
Analis senior Monex Investindo FuturesAlbertus Christian mengatakan, Jumat ini, rupiah berpeluang membukukan angka level terendah dalam lima tahun terakhir. Pelemahan ini, kata dia, masih dipicu oleh euforia tapering dari The Fed sebesar US$10 miliar per bulan.
Di sisi lain, lanjut dia, penguatan dolar AS mungkin tidak terlalu drastis terhadap rupiah. "Karena itu, kemungkinan rupiah masih tertekan hingga level 12.315 hingga 12.175 per dolar AS,
Sebab, pada saat bersamaan, The Fed juga memperkuat panduan moneter selanjutnya (forward guidance) di mana tingkat suku bunga rendahnya akan dipertahankan lebih lamadibandingkan yang dijanjikan sebelumnya.
Gubernur The Fed Ben Bernanke memberikan pernyataan bahwa tingkat suku bunga di area 0% masih akan dipertahankan meskipun angka pengangguran AS tembus di bawah 6,5%. "Ini merupakan pernyatan yang baru sehingga memicu penyesuaian arus modal kembali untuk mengincar imbal hasil lebih tinggi tapi berisiko tetap menarik,
Sementara itu, lanjut dia, dari internal, pasar baru akan mendapatkan data pada 2 Januari 2014. "Saat ini, pasar masih mendapat efek negatif akibat kebijakan baru yang memberikan persyaratan khusus untuk perusahaan pertambangan untuk memproses bahan mentahnya baru bisa diekspor,
Saat ini, kata dia, kapasitas beberapa perusahaan pertambangan dalam negeri belum cukup siap untuk melakukan hal itu. "Akibatnya, untuk jangka pendek, karena ketidaksiapan tersebut akan menghambat output ekspor batu bara,
Namun demikian, Christian menggarisbawahi, seiring dengan waktu, akhirnya kapasitas output-nya bisa meningkat.
Lebih jauh dia menjelaskan, kalau diperhatikan memang, meski terjadi tapering, kinerja pasar aset di negara-negara berkembang, dampaknya lebih minim.
"Ini mungkin mengindikasikan bahwa para pelaku pasar di negara emerging sudah lebih siap terhadap pemangkasan stimulus The Fed secara gradual. Apalagi, kondisi itu, diperkuat dengan adanya forward guidance yang baru dari The Fed,
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 12.225 dengan level terkuat 12.170 dari posisi pembukaan 12.180.